Tabayyun.co.id, GORONTALO — Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Dutohe Barat, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango, mengalami gangguan distribusi hingga membuat jadwal berubah drastis, Kamis (10/4/2026).
Program yang semula dijadwalkan berlangsung pagi hari itu justru molor hingga sore. Akibatnya, sejumlah siswa yang telah pulang ke rumah diminta kembali ke sekolah untuk menerima makanan.
Perubahan jadwal ini terjadi setelah distribusi yang seharusnya dimulai pukul 08.00 WITA untuk PAUD hingga kelas 2 SD, serta pukul 09.30 WITA untuk kelas 3 hingga kelas 6 SD, tidak berjalan sesuai rencana.
Dalam video yang beredar, petugas SPPG terdengar menginformasikan kepada pihak sekolah agar siswa kembali hadir.
“MBG SDN 6 dalam perjalanan, minta anak-anak kembali ke sekolah,” ujar petugas dalam video tersebut.
Situasi ini memicu keluhan karena siswa harus bolak-balik dari rumah ke sekolah hanya untuk menerima jatah makanan.
Petugas juga mengakui adanya kendala dalam proses distribusi.
“Iya ada kesalahan teknis tadi,” ujar salah satu petugas SPPG.
Makanan baru tiba sekitar pukul 16.00 WITA, jauh dari jadwal yang telah ditentukan sebelumnya.
Pengelola SPPG Dutohe Barat, Anggriyani Lukum, menjelaskan keterlambatan dipicu masalah pasokan bahan makanan.
“Iya, benar. Keterlambatan ini terjadi karena pemasok tempe tidak mengantar pesanan tepat waktu,” ujarnya.
Pihak pengelola menyampaikan permohonan maaf dan memastikan akan melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang.
“Ke depan kami akan melakukan perbaikan agar distribusi berjalan lebih baik dan tepat waktu,” kata Anggi.
Sementara itu, Koordinator Regional Badan Gizi Nasional (BGN) Provinsi Gorontalo, Zulkifli Taluhumala, menegaskan distribusi MBG tidak semestinya dilakukan hingga sore hari.
“ Tentunya tidak bisa, tapi kemungkinan terjadi ada,” ujarnya.
Ia juga menyatakan masih menunggu laporan resmi terkait insiden tersebut.
“Saya minta laporan dulu terkait keterlambatan,” ia menandaskan.
Keterlambatan ini menjadi catatan penting dalam pelaksanaan program MBG, terutama terkait ketepatan waktu distribusi yang berdampak langsung pada aktivitas siswa.













