“Dokter Indonesia Berdoa”, Anwar Pasaribu : Lagu Tentang Perjuangan dan Luka Tenaga Medis

Tabayyun.co.id, GORONTALO – – Lagu berjudul “Dokter Indonesia Berdoa” lahir dari pengalaman pahit sejumlah tenaga medis yang pernah mengalami penindasan dan perlakuan tidak adil saat bertugas.

Penciptanya Anwar Pasaribu mengaku terinspirasi oleh berbagai peristiwa, mulai dari pemaksaan dokter melepas masker hingga tindakan kekerasan fisik di lapangan.

Situasi itu, dinilai sebagai potret betapa sebagian oknum masih memperlakukan dokter dengan cara yang tidak manusiawi.

Baca Juga :  Pembebasan Denda PBB-02 Upaya Wali Kota Adhan dan Wawali Indra Ringsnkan Beban Warga

“Saya ciptakan, ketika banyak kejadian-kejadian penindasan maupun kesewenangan terhadap dokter yang sedang melaksanakan tugas. Terutama seperti yang kemarin yang ada berita viral, ada beberapa dokter yang sementara melaksanakan tugas tadi dipaksa untuk mengeluarkan masker di beberapa tempat, ada pemukulan terhadap dokter,” ujar Anwar. Minggu, 31/08/25.

Baca Juga :  Gaspol! Fauzan Fadel Resmi Maju Kadin, Ollies Datau Ditunjuk Ketua Pemenangan: Segera Panaskan Mesin Tim

Ia menambahkan, lagu ini juga menjadi bentuk penghormatan atas pengorbanan dokter yang kerap meninggalkan keluarga demi menyelamatkan pasien, bahkan di tengah malam sekalipun.

“Sebagian dokter ini seperti di lagu yang saya sebutkan bahwa, separuh hidupnya itu didedikasikan untuk pasien,” katanya.

Meski demikian, ia menegaskan tidak semua masyarakat bersikap demikian. Masih banyak pihak yang menghargai dedikasi tenaga medis.

Baca Juga :  Ruang Paripurna DPRD Gorontalo Diubah Jadi Galeri Pertanian untuk HUT ke-25

“Banyak juga masyarakat yang menghargai kerja dokter yang mengapresiasi kerja dokter di Indonesia, hanya sebagian saja,” jelasnya.

Lagu “Dokter Indonesia Berdoa” sendiri telah diciptakan beberapa tahun lalu, dan biasanya diputar dalam berbagai acara. Musiknya digarap oleh Pipit Musa, sementara notasi lagu disusun langsung oleh sang pencipta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *