Tabayyun.co.id, KOTA GORONTALO – Anggota DPRD Provinsi Gorontalo daerah pemilihan (Dapil) Kota Gorontalo, dr. Darsianti Tuna, melaksanakan kegiatan reses masa sidang pertama tahun 2025–2026 di Kelurahan Tomulobutao Selatan, Kecamatan Dungingi, pada Senin (20/10/2025).
Dalam agenda tersebut, warga menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari dukungan terhadap pengembangan usaha mikro kecil menengah (UMKM), permintaan bantuan pendidikan dan beasiswa, hingga persoalan terkait pelayanan kesehatan.
Salah satu isu yang mengemuka adalah berkurangnya jumlah penerima bantuan sosial di Kota Gorontalo. Berdasarkan data, jumlah penerima yang sebelumnya mencapai sekitar 100 ribu orang pada September lalu, kini menyusut menjadi 67 ribu penerima.
Salah satu warga, Erik, mengungkapkan keresahan atas perubahan data penerima bantuan yang menyebabkan sejumlah masyarakat tidak lagi mendapatkan haknya.
“Penerima bantuan itu memang benar kalau tidak salah untuk Kota Gorontalo itu per September kemarin itu ada kurang lebih 100 ribuan. Kemudian ada pemangkasan sampai dengan 67 ribu turun. Nah, ini mohon solusi dari Bu Dokter gimana caranya?” ucap Erik.
Ia menambahkan, masyarakat berharap pemerintah bersama anggota DPRD dapat memberikan solusi terkait mekanisme pengecekan data penerima bantuan, khususnya bagi warga yang jarang memeriksa status data mereka di kelurahan.
Selain itu, warga juga menyampaikan adanya rasa pesimis terhadap realisasi proposal bantuan yang sudah diajukan sebelumnya.
“Sehingga mungkin barangkali dengan adanya serapan aspirasi di malam hari ini, mungkin bisa Ibu Dok memberikan semacam penguatan kalau misalnya proposal yang kita masukkan jauh-jauh hari sebelumnya realisasinya seperti apa,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, dr. Darsianti Tuna menegaskan bahwa DPRD Provinsi Gorontalo bekerja sama dengan Kesra dalam penyaluran beasiswa pendidikan bagi masyarakat. Program beasiswa ini mencakup jenjang S1, S2, hingga S3, dengan nominal bantuan yang bervariasi.
“Kita bermitra dengan Kesra terkait dengan beasiswa. Jadi, jika ada anak bapak/ibu yang menginginkan anaknya untuk melanjutkan studinya silakan masukan proposal sebagai salah satu syarat administrasi,” jelas dr. Darsianti Tuna.
Ia menuturkan, beasiswa tersebut diberikan hanya satu kali dalam masa studi, tidak setiap tahun. Sementara itu, untuk tahun 2026, DPRD Provinsi Gorontalo mengalokasikan anggaran sebesar Rp1 miliar per anggota, yang mencakup program beasiswa, UMKM, dan kesehatan.
“Sehingga, aspirasi UMKM, pendidikan, hingga kesehatan bisa terakomodir di tahun 2026,” jelas dr.Darsianti Tuna yang juga anggota Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo.






