Dracin Kisah Pelayan Ternyata CEO hingga Konglomerat Dadakan, Pemerintah China Mulai Membatasinya?

TABAYYUN.CO.ID – Drama China atau yang populer disebut dracin selama ini dikenal dengan alur cerita yang penuh kejutan.

Salah satu formula yang banyak digunakan adalah kisah orang biasa yang ternyata memiliki identitas luar biasa, termasuk pelayan atau sopir yang kemudian terungkap sebagai orang kaya maupun CEO.

Cerita tentang romansa lintas kelas sosial, kehidupan mewah, hingga karakter yang mendadak menjadi konglomerat juga menjadi bagian dari perkembangan industri microdrama China.

Namun, pemerintah China kini memperketat pengawasan terhadap industri drama pendek tersebut.

Langkah itu tidak berarti seluruh cerita tentang CEO, orang kaya, atau hubungan antara orang kaya dan orang miskin dilarang. Otoritas China justru menargetkan sejumlah jenis konten yang dinilai bermasalah, salah satunya penggambaran kekayaan secara berlebihan atau wealth-flaunting.

Pada Juni 2026, National Radio and Television Administration (NRTA) meluncurkan kampanye selama dua bulan untuk menertibkan industri microdrama.

Baca Juga :  Pendukung Terkejut! Aldi Andalan Uloli Dikabarkan Batal Maju di Bursa Kadin Gorontalo,Ada Apa?

Selain pamer kekayaan, pengawasan tersebut mencakup konten yang dianggap berbahaya bagi anak, adegan seksual, pandangan yang dinilai menyimpang mengenai perkawinan dan hubungan, kekerasan balas dendam, takhayul, judul sensasional, serta pelanggaran hak cipta.

Microdrama sendiri merupakan tayangan berseri dengan durasi sangat pendek yang dirancang untuk ditonton melalui telepon seluler. Ceritanya biasanya bergerak cepat dengan konflik dan kejutan yang dibuat untuk membuat penonton terus mengikuti episode berikutnya.

Format tersebut berkembang pesat di China dan menjadi salah satu sektor penting dalam industri hiburan digital.

Sorotan terhadap Kekayaan Instan

Formula cerita mengenai CEO, konglomerat dan kehidupan mewah menjadi salah satu pola yang populer dalam microdrama.

Baca Juga :  Pernyataan Oknum Dosen UNG Soal Dumoga Tuai Polemik, Alumni UNG Tempuh Jalur Hukum

Namun, pemerintah China kini mendorong industri tersebut agar tidak hanya mengejar jumlah produksi dan popularitas.

Regulator menginginkan konten yang dinilai lebih berkualitas, orisinal, serta memiliki proses produksi yang lebih tertib.

Perhatian regulator juga semakin besar seiring melonjaknya penggunaan kecerdasan buatan atau AI dalam produksi drama pendek.

Pada paruh pertama 2026, lebih dari 275.000 microdrama berbasis AI disebut telah dirilis secara daring. Perkembangan tersebut memunculkan persoalan baru, mulai dari kualitas cerita, peniruan karya hingga perlindungan hak cipta.

Mulai September 2026, aturan pengelolaan microdrama juga mewajibkan tayangan yang dibuat menggunakan AI diberi penandaan yang jelas. Regulasi tersebut turut menekankan penghormatan terhadap karya asli, perlindungan hak cipta dan persaingan yang lebih tertib.

Dari Fantasi ke Cerita yang Lebih Realistis

Pengetatan tersebut memperlihatkan upaya pemerintah China mengarahkan industri microdrama agar tidak semata-mata mengandalkan formula cerita yang berulang.

Baca Juga :  Temui Pengurus Kadin, Andi Ilham Resmi Nyatakan Siap Maju di Musprov

Kisah pelayan yang ternyata CEO, sopir yang mendadak menjadi konglomerat, atau karakter yang tiba-tiba memperoleh kekayaan besar masih dapat menjadi bagian dari karya fiksi. Namun, cara penggambaran kekayaan, hubungan sosial, dan nilai yang dibawa cerita menjadi bagian dari perhatian regulator.

Di sisi lain, perkembangan regulasi tersebut juga memperlihatkan tantangan yang dihadapi industri kreatif China. Produser harus mempertahankan daya tarik cerita di tengah tuntutan terhadap kualitas, orisinalitas dan kepatuhan terhadap aturan.

Dengan pasar microdrama yang terus berkembang, persaingan kini tidak hanya terjadi untuk mendapatkan penonton, tetapi juga untuk menghasilkan konten yang dapat bertahan di tengah pengawasan regulator dan perubahan teknologi produksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *