Dugaan ‘Main Mata’ Kadis ESDM Gorontalo dengan PT PETS Mencuat, Aktivis Desak Evaluasi

Tabayyun.co.id, GORONTALO – Isu dugaan kedekatan tidak wajar antara Kepala Dinas Tenaga Kerja, ESDM, dan Transmigrasi Provinsi Gorontalo, Wardoyo Pongoliu, kembali mencuat di tengah polemik sektor pertambangan yang turut menyeret perhatian publik terhadap pemerintah daerah.

Wardoyo disebut-sebut memiliki relasi khusus dengan PT PETS. Informasi yang beredar menyebutkan adanya dugaan keterlibatan dalam praktik kapitalisasi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), khususnya di wilayah Kabupaten Pohuwato.

Sejumlah sumber mengklaim, dugaan tersebut tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan tambang rakyat, tetapi juga menyentuh fasilitas penunjang operasional perusahaan.

Baca Juga :  Aston Gorontalo Usung Menu Korea Lewat Promo “60 Seconds to Seoul”

Isu lain yang ikut mencuat adalah adanya dugaan penyediaan kendaraan operasional berupa tiga unit mobil jenis Hilux yang disebut digunakan oleh pihak perusahaan.

Menanggapi hal itu, aktivis Gorontalo, Frangky Max Kadir, mendesak Gubernur Gorontalo untuk segera mengambil langkah tegas dengan melakukan pemeriksaan terhadap Wardoyo Pongoliu.

Baca Juga :  Pantai Oluhuta Diselimuti Bendera Raksasa, Simbol 80 Tahun Kemerdekaan

“Kami menerima banyak laporan dari masyarakat. Kadis ESDM Provinsi Gorontalo diduga dan dicurigai ‘main mata’ dengan PT. PETS, mulai dari kapitalisasi WPR dan menyediakan mobil Hilux sebanyak 3 unit untuk disewa dan digunakan oleh PT. PETS,” ujar Max.

Ia menilai, jika dugaan tersebut terbukti benar, maka langkah pemberhentian harus segera dilakukan demi menjaga integritas pemerintahan daerah.

“Gubernur jangan takut memberhentikan anak buah yang merusak citra pimpinan, sebagai Kepala ESDM Wardoyo harus mundur atau diberhentikan oleh Gubernur,” tegasnya. Senin 30/03/26.

Baca Juga :  Lapangan Kerja Menyempit, Lulusan Jurnalisme Dilirik Industri AI

Max juga menegaskan pihaknya akan terus mengumpulkan data dan menelusuri kebenaran atas dugaan tersebut. Ia bahkan membuka kemungkinan akan menggelar aksi besar jika tidak ada langkah konkret dari pemerintah daerah.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Wardoyo Pongoliu maupun pihak PT PETS terkait tudingan yang beredar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *