Evaluasi Kerja Sama Media, DPRD Provinsi Gorontalo Tekankan Akurasi dan Etika Jurnalistik

Tabayyun.co.id, Gorontalo – Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo menggelar rapat evaluasi bersama media yang menjalin kerja sama dengan Sekretariat DPRD Provinsi Gorontalo, Selasa (6/1/2026). Rapat ini menjadi ajang peninjauan ulang pola kemitraan serta kualitas pemberitaan media.

Rapat dipimpin langsung Ketua Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo, Fadli Poha, dan dihadiri anggota Komisi I, yakni Fikram Salilama, Umar Karim, Femmy Kristina Udoki, Yeyen Sidiki, Siti Nuraini Sompie, dan Ramdan Liputo. Fokus pembahasan meliputi kehadiran media dalam agenda DPRD, profesionalisme pemberitaan, serta komitmen kerja sama.

Anggota Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo, Femmy Kristina Udoki, menjelaskan bahwa evaluasi tersebut merupakan agenda rutin untuk memastikan kemitraan DPRD dan media berjalan secara sehat serta menjunjung tinggi etika jurnalistik.

“Walaupun di era digital saat ini berita bisa diperoleh kapan saja dan dari mana saja, namun untuk agenda-agenda DPRD yang bersifat penting dan membutuhkan peliputan langsung, tentu kami mensyaratkan kehadiran teman-teman wartawan,” ujar Femmy.

Femmy mengungkapkan, berdasarkan laporan Humas DPRD, masih ditemukan sejumlah media yang dinilai kurang aktif menghadiri kegiatan komisi maupun agenda resmi DPRD. Padahal, kehadiran langsung dinilai penting untuk menjaga akurasi dan kedalaman informasi.

Baca Juga :  Rifli Katili Dorong Profesionalisme ASN dan PPPK di Sekretariat DPRD Gorontalo

Ia memahami keterbatasan media, termasuk nilai kerja sama yang tidak memungkinkan wartawan hadir setiap hari. Namun, menurutnya, kehadiran minimal dalam sepekan tetap diperlukan sebagai bentuk komitmen kemitraan.

“Tidak harus setiap hari datang atau mengikuti seluruh kegiatan, tetapi minimal dalam seminggu itu kami masih bisa melihat kehadiran wartawan. Bagi saya, yang paling penting adalah kehadiran dan komunikasi yang terjaga,” jelasnya.

Selain kehadiran, Femmy juga menyoroti kualitas pemberitaan. Ia menyayangkan masih ditemukannya berita yang dibuat dengan cara menyalin utuh dari media lain, bahkan tanpa perubahan judul maupun isi.

“Dari beberapa berita yang saya baca, saya bisa langsung tahu mana yang hanya copy-paste. Ada yang isi sama persis, judul pun tidak diganti. Ini tentu menjadi catatan serius,” tegas Femmy.

Baca Juga :  Komisi IV DPRD Minta KSP Budi Luhur Tuntaskan Pesangon Karyawan

Ia menambahkan, rilis resmi yang disiapkan Humas DPRD seharusnya menjadi bahan awal, bukan untuk disalin mentah-mentah. Setiap media diharapkan mampu mengembangkan berita sesuai gaya dan sudut pandangnya masing-masing.

“Setiap media pasti punya gaya dan sudut pandang berbeda. Bahkan dua orang wartawan meliput kegiatan yang sama, hasil beritanya pasti tidak sama. Itu yang kami harapkan berita yang lebih dinamis, variatif, dan bernilai,” tambahnya.

Terkait wacana pengalihan kerja sama media, Femmy berharap kemitraan dengan 35 media yang saat ini terjalin tetap dapat dipertahankan. Pengecualian, kata dia, hanya berlaku bagi media yang sama sekali tidak pernah hadir dan secara konsisten hanya memproduksi berita salinan.

“Kalau masih ada yang jarang datang tapi masih dalam batas wajar, itu masih bisa dimaklumi. Tapi kalau sama sekali tidak pernah hadir dan hanya copy-paste, tentu sulit dipertahankan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa target jumlah berita dalam kerja sama bukan sekadar pemenuhan administrasi.

Baca Juga :  Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo Soroti Ketidakjelasan Lahan dan Hak Plasma Perusahaan Tebu

“Kami tidak ingin berita hanya sekadar mengejar target jumlah. Yang penting bukan kuantitas semata, tapi kualitas isi berita itu sendiri,” katanya.

Mengenai independensi pers, Femmy menegaskan bahwa kerja sama media dengan DPRD tidak dimaksudkan untuk membatasi kebebasan pemberitaan. Media tetap bebas menyampaikan kritik selama sesuai dengan kode etik jurnalistik dan melalui proses konfirmasi.

“Kerja sama ini tujuannya untuk mensosialisasikan kegiatan DPRD. Bukan untuk membungkam atau mengebiri idealisme wartawan. Tapi kami berharap setiap pemberitaan tetap melalui konfirmasi, agar informasi yang disampaikan berimbang,” jelasnya.

Ia menutup dengan menegaskan bahwa masyarakat menjadi penilai akhir dari kualitas informasi yang disajikan media.

“Pada akhirnya masyarakat yang akan menilai mana berita yang bisa dipercaya. Tugas kita adalah memastikan informasi yang disampaikan akurat, berimbang, dan profesional,” pungkas Femmy.

Rapat evaluasi tersebut diharapkan menjadi momentum perbaikan kemitraan antara DPRD Provinsi Gorontalo dan media, sehingga kerja sama ke depan semakin berkualitas dan memberi manfaat luas bagi publik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *