Fanly Katili: Kekuasaan Bukan untuk Dilindungi dengan Narasi, Tapi Dipertanggungjawabkan dengan Fakta

Tabayyun.co.id, GORONTALO – Aktivis hukum dan pemerhati kebijakan publik, Fanly Katili, S.Pd., S.H., M.H., menanggapi sikap Bupati Bone Bolango, Ismet Mile, terkait polemik video percakapan salah satu pejabat yang menyebut nama anak dan istri bupati dalam dugaan permainan proyek. Menurut Fanly, sebagai pemimpin berpengalaman, Ismet seharusnya tidak tergesa-gesa menuding adanya gerakan politik di balik viralnya video tersebut.

“Jangan mainkan narasi terzholimi, hadapi fakta secara jantan tanpa kebohongan,” tegas Fanly.

Ia menilai pernyataan Ismet yang menyebut adanya gerakan politik jahat justru terkesan berlebihan dan menunjukkan sikap defensif.

Baca Juga :  BPS Provinsi Gorontalo Catat, Tingkat Pengangguran Terbuka Pada Agustus 2025 Capai 3,42 Persen

Menurutnya, hal itu tidak mencerminkan sikap seorang pemimpin yang siap menghadapi kebenaran secara terbuka.

Publik, kata Fanly, tidak sedang memainkan politik, melainkan hanya ingin mengetahui duduk perkara yang sebenarnya.

“Publik hanya ingin tahu persoalan yang sesungguhnya, apa benar isi percakapan dalam video itu terjadi di lingkaran kekuasaan Pemkab Bone Bolango dan sampai melibatkan anak-anaknya yang turut dilantik dalam tim kerja bupati,” ujarnya.

Fanly, yang juga Advokat Gorontalo menilai seharusnya Bupati langsung memanggil dan memeriksa oknum pejabat yang terekam suaranya, serta menyerahkan bukti kepada aparat hukum untuk diuji kebenarannya, bukan menebar opini seolah dirinya dizalimi oleh kekuatan politik tertentu.

Baca Juga :  Pernyataan Oknum Dosen UNG Soal Dumoga Tuai Polemik, Alumni UNG Tempuh Jalur Hukum

Selain itu, publik juga mempertanyakan pelantikan dua anak bupati yang sempat masuk dalam tim kerja pemerintahan dan kemudian dinonaktifkan secara mendadak. Menurut Fanly, hal ini justru memperkuat dugaan bahwa isi rekaman tersebut bukanlah fitnah, melainkan gambaran dari persoalan serius yang perlu dijelaskan secara transparan di hadapan masyarakat.

“Yang dibutuhkan Bone Bolango hari ini bukan bupati yang sensitif terhadap kritik, tapi pemimpin yang berani membuka tabir kebenaran di depan rakyatnya sendiri,” tambah Fanly.

Baca Juga :  Merdeka Air Bersih! PDAM Muara Tirta Luncurkan Promo HUT RI Ke-80

Ia menegaskan, kekuasaan tidak seharusnya dijaga dengan narasi, tetapi dipertanggungjawabkan dengan kejujuran dan integritas. Publik, kata Fanly, masih menunggu sikap terbuka Bupati Ismet Mile untuk menjelaskan apakah benar ada keterlibatan keluarga dalam urusan proyek dan alasan di balik pembubaran tim kerja yang sebelumnya melibatkan dua anak kandungnya.

“Publik pun hari ini tetap masih menunggu kejujuran bupati, apakah video rekaman suara oknum pejabat yang menyebutkan anak dan istri bupati terlibat bagi-bagi proyek benar atau tidak,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *