Gandeng BI dan BTN, Dishub Kota Gorontalo Dorong Digitalisasi Parkir Lewat SIJONI 2026

TABAYYUN.CO.ID, GORONTALO — Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Gorontalo mulai mendorong transformasi layanan parkir melalui pemanfaatan sistem pembayaran digital. Upaya ini dilakukan lewat Program BENTOR TP2DD yang dirangkaikan dengan sosialisasi digitalisasi parkir dalam Championship Sistem Juru Parkir Online Terintegrasi (SIJONI) 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Dinas Perhubungan Kota Gorontalo, Kamis (8/10/2026), melibatkan juru parkir, pengelola parkir, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan tersebut mendapat dukungan Bank Indonesia dan Bank BTN melalui edukasi serta simulasi penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai metode pembayaran digital.

Baca Juga :  Jumat Curhat, Kapolresta Gorontalo Kota Ajak Pengemudi Bentor Ngopi Bareng

Kepala Dinas Perhubungan Kota Gorontalo, Hermanto Saleh, mengatakan penerapan pembayaran digital merupakan bagian dari upaya membangun sistem pengelolaan parkir yang lebih transparan, aman, dan efisien.

“QRIS bukan lagi sekadar tren, melainkan sebuah kebutuhan untuk menciptakan tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, dan efisien,” kata dia.

Baca Juga :  PAD Kota Gorontalo Tembus 102 Persen, Wali Kota Apresiasi Kinerja ASN

Menurut Hermanto, pemanfaatan teknologi digital tidak hanya berkaitan dengan perubahan metode pembayaran, tetapi juga diarahkan untuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan juru parkir kepada masyarakat.

Ia menegaskan, penerapan sistem tersebut diharapkan dapat membantu juru parkir beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugas.

“Teknologi ini hadir bukan untuk menyulitkan, melainkan untuk membantu dan meningkatkan kelas bapak-ibu sekalian,” tandasnya.

Baca Juga :  Buka Temu Pemuda KNPI Kota Gorontalo, Irwansyah Ajak Generasi Muda Jadi Motor Pembangunan

Melalui program SIJONI 2026 dan BENTOR TP2DD, Dishub Kota Gorontalo berharap penerapan pembayaran digital dapat mendorong ketertiban layanan parkir, memperjelas transaksi antara juru parkir dan pengguna jasa, serta mendukung optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD).

Kolaborasi dengan Bank Indonesia dan Bank BTN juga menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman para pelaku perparkiran terhadap penggunaan sistem pembayaran nontunai dalam pelayanan sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *