Gerakan Satu Siswa Satu Pohon Dimulai dari SDN 5 Tilongkabila

TABAYYUN.CO.ID, BONE BOLANGO — Gerakan menanam cabai di Bone Bolango mulai menyasar lingkungan sekolah. Para siswa SDN 5 Tilongkabila diajak terlibat langsung melalui program satu siswa satu pohon.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin (28/9/2026) dan dihadiri Sekretaris Daerah Bone Bolango, Iwan Mustapa.

Program ini tidak hanya diarahkan untuk menambah tanaman di lingkungan sekolah. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana membangun kepedulian siswa terhadap lingkungan sejak dini.

“Hari ini ada gerakan satu siswa satu pohon untuk menghijaukan dan menyejukkan lingkungan kita,” ujar Sekretaris Daerah Bone Bolango.

Baca Juga :  Jumbara PKK Bone Bolango 2027 Bakal Meriah, Kader Desa Disiapkan Adu Kreativitas

Melalui gerakan tersebut, setiap siswa didorong memiliki satu pohon untuk ditanam dan dirawat. Dengan begitu, kegiatan penghijauan di sekolah diharapkan tidak berhenti pada aktivitas menanam.

Iwan mengatakan lingkungan yang hijau membutuhkan proses dan kebiasaan. Menanam, merawat, serta menjaga tanaman perlu dilakukan secara berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan.

Karena itu, siswa dilibatkan sejak awal agar memiliki pengalaman langsung dalam menjaga lingkungan di sekitar mereka.

“Jangan hanya ditanam, tetapi harus dirawat. Anak-anak harus belajar menjaga apa yang sudah ditanam,” pesannya.

Baca Juga :  Buntut Penonaktifan Kades Toto Utara, Menelisik Jejak Ismet Mile: Dari Panglima Pemekaran hingga Pernah Mendekam di Penjara Jadi Perbincangan

Menurut Iwan, kegiatan menanam juga dapat menjadi bagian dari pembelajaran di luar ruang kelas. Siswa bisa memahami secara langsung proses pertumbuhan tanaman sekaligus pentingnya perawatan.

“Ini juga menjadi pembelajaran bagi anak-anak. Mereka belajar menanam, belajar merawat dan belajar mencintai lingkungan,” katanya.

Pemilihan tanaman cabai turut memberikan nilai edukasi bagi siswa. Selain mudah ditemui dan dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari, cabai juga dapat dikenalkan sebagai salah satu tanaman pangan yang bisa dibudidayakan di lingkungan sekolah.

Iwan mendorong sekolah memanfaatkan lahan yang tersedia untuk tanaman produktif. Menurutnya, lingkungan sekolah dapat menjadi contoh sederhana pemanfaatan ruang sekaligus mendukung penghijauan.

Baca Juga :  Rakhmatiyah Deu Kritik Arah CSR PT Gorontalo Minerals, Minta Jangan Sekadar Bantuan Sesaat

“Kalau dilakukan bersama-sama, yang kecil ini bisa menjadi gerakan yang besar. Sekolah menjadi hijau, anak-anak belajar merawat tanaman, dan lingkungan kita menjadi lebih nyaman,” ujarnya.

Ia berharap gerakan satu siswa satu pohon tidak hanya menjadi kegiatan sesaat. Para siswa diharapkan menjadikannya kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

“Mulai dari sekolah, mulai dari satu pohon, kita biasakan anak-anak untuk peduli terhadap lingkungan,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *