Harga Emas Dunia Sempat Tembus USD 4.700, Ini Rincian Harga Perhiasan di RI

Tabayyun.co.id, JAKARTA — Harga emas dunia sempat menguat pada perdagangan Rabu (1/4/2026) dan menyentuh level USD 4.700 per ounce. Kenaikan ini terjadi di tengah meredanya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Namun, penguatan tersebut tidak bertahan lama. Berdasarkan data Trading Economics hingga pukul 11.38 WIB, harga emas justru berbalik melemah tipis 0,01 persen ke posisi USD 4.674,32 per ounce.

Meredanya konflik geopolitik mengurangi permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven. Di sisi lain, penguatan dolar Amerika Serikat serta tingginya imbal hasil obligasi turut menekan pergerakan harga logam mulia tersebut.

Baca Juga :  Ariel "Noah" Tegaskan Penyelenggara Acara yang Wajib Bayar Royalti, Bukan Penyanyi

Sebelumnya, harga emas mengalami tekanan cukup dalam sepanjang Maret 2026. Logam mulia ini tercatat turun lebih dari 13 persen, menjadi penurunan bulanan terdalam sejak Oktober 2008.

Meski demikian, secara kuartalan harga emas masih mencatat kenaikan. Pelaku pasar kini menanti rilis data ekonomi Amerika Serikat serta arah kebijakan suku bunga bank sentral Federal Reserve (The Fed) untuk menentukan pergerakan selanjutnya.

Baca Juga :  Surya Paloh: Sahroni dan Nafa Urbach Dicopot dari Fraksi NasDem DPR

Di tengah dinamika global tersebut, harga emas perhiasan di pasar domestik juga menunjukkan variasi.

Di Raja Emas, harga emas kadar 24 karat dibanderol Rp2.420.000 per gram untuk kategori tertentu, sementara standar 24 karat berada di level Rp2.180.000 per gram. Untuk kadar 22 karat, harga berada di kisaran Rp1.963.000 per gram, sedangkan 18 karat dijual sekitar Rp1.608.000 per gram.

Baca Juga :  Bareskrim Tetapkan Ketua Kadin Sultra Anton Timbang Tersangka Tambang Nikel Ilegal

Sementara itu, di Laku Emas, harga 24 karat (99 persen) tercatat Rp2.373.000 per gram. Adapun emas 22 karat dijual Rp1.949.000 per gram dan 18 karat berada di level Rp1.593.000 per gram.

Pergerakan harga emas global yang fluktuatif diperkirakan masih akan memengaruhi harga di pasar domestik, terutama di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik dan arah kebijakan moneter global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *