Harga Pertamax Cs Berpotensi Naik Oktober 2026, Pertalite Dipastikan Tetap Rp10.000

TABAYYUN.CO.ID, JAKARTA — Harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi berpotensi mengalami penyesuaian pada Oktober 2026. Pemerintah menyebut perubahan harga tersebut berkaitan dengan perkembangan harga minyak mentah dunia yang terus bergerak naik.

Namun, kondisi berbeda berlaku untuk BBM bersubsidi. Pemerintah memastikan harga Pertalite tidak mengalami kenaikan dan tetap berada di level Rp10.000 per liter hingga penghujung 2026.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengatakan kebijakan mempertahankan harga tersebut secara khusus diberlakukan untuk BBM subsidi.

Baca Juga :  PKS Umumkan Dewan Syariah Pusat, Ini Daftar Lengkapnya

“Untuk Pertalite, seperti yang disampaikan oleh Pak Menteri, kita akan pertahankan harganya sampai akhir tahun. Tidak ada kenaikan untuk Pertalite karena statusnya subsidi,” ujar Yuliot, Selasa (29/9/2026).

Sementara itu, BBM non-subsidi seperti kelompok Pertamax Series akan mengikuti mekanisme penyesuaian harga berdasarkan perkembangan pasar minyak dunia.

Baca Juga :  Sains Ungkap Kemungkinan di Balik Kisah Nabi Musa Membelah Laut

Menurut Yuliot, pemerintah menggunakan rata-rata pergerakan harga minyak dalam periode satu bulan sebagai salah satu dasar untuk menentukan besaran penyesuaian harga BBM non-subsidi.

“Kita melihat rata-rata pergerakan harganya dalam satu bulan untuk menentukan besaran penyesuaian,” tambahnya.

Meski pemerintah telah memberikan sinyal mengenai perubahan harga Pertamax dan produk BBM non-subsidi lainnya, belum ada rincian mengenai nominal kenaikan maupun tanggal pasti pemberlakuannya.

Baca Juga :  Harga Emas Dunia Sempat Tembus USD 4.700, Ini Rincian Harga Perhiasan di RI

Yuliot hanya memastikan penyesuaian harga BBM non-subsidi akan dilakukan mengikuti perkembangan harga pasar.

“Akan ada penyesuaian (untuk BBM non-subsidi),” tegas Yuliot.

Dengan demikian, hingga akhir 2026, harga Pertalite tetap dipastikan Rp10.000 per liter. Sementara harga BBM non-subsidi masih menunggu keputusan pemerintah berdasarkan perkembangan rata-rata harga minyak dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *