Haul Guru Tua di Palu, Konsorsium Aktivis Gorontalo, dan Ulama Siapkan Keberangkatan

Tabayyun.co.id, GORONTALO — Sejumlah ulama dan aktivis dari Gorontalo dijadwalkan menghadiri pelaksanaan haul almarhum Habib Guru Tua Salim Al Jufri di Kota Palu, Sulawesi Tengah, pada awal April 2026.

Persiapan keberangkatan rombongan tersebut dibahas dalam rapat yang melibatkan aliansi organisasi mahasiswa, organisasi masyarakat dan LSM se-Provinsi Gorontalo.

Perwakilan usai rapat tersebut Vini Sidiki menyampaikan‎ pelaksanaan Haul Ke 58 itu tanggal 1 April 2026 dilaksanakan di Kota Palu, yakni di dekat pekuburan Almarhum Habieb Idrus Bin Salim Al Djufri, Pendiri Alkhairat.

Baca Juga :  Wagub Idah Buka Pasar Murah di Lanal Gorontalo, Warga Dapat Sembako Harga Murah

“Insya Allah kita sudah merencanakan untuk berangkat tanggal dua puluh sembilan atau tiga puluh kita akan berangkat menggunakan kendaraan bus Hiace kurang lebih ada dua belas orang. dari tim kita dan ada beberapa ketua tim dan sekretaris tim juga Pak Haji Jasin Muhammad dan Ustadz Ronal Mohamad. Insya Allah, beliau akan dengan pesawat Lion Air,” ucap Vini. Minggu (22/03/26.)

Baca Juga :  Wawali: SMA Negeri 3 Gorontalo Banyak Lahirkan SDM Unggul

Vini berharap kepada Pemerintah Provinsi untuk dapat memberikan ruang atau memberikan perhatian juga kepada khususnya Ulama-ulama yang ada di Gorontalo yang ingin melaksanakan Haul Guru Tua.

Selain membahas teknis keberangkatan, konsorsium yang bergabung dari Aktivis, Ormas, LSM dan Mahasiswa tersebut juga menyoroti pentingnya peran pemerintah daerah dalam memberikan dukungan terhadap kegiatan keagamaan, khususnya bagi ulama yang ingin mengikuti Haul.

Baca Juga :  Jelang Ramadan, Adhan Dambea Serukan Keikhlasan dan Penertiban Kota

“Peserta rapat berharap Pemerintah Provinsi Gorontalo dapat memberikan perhatian berupa fasilitas atau dukungan lainnya agar partisipasi terhadap ulama dalam kegiatan tersebut dapat berjalan maksimal,” tegasnya.

Haul Guru Tua sendiri merupakan agenda tahunan yang selalu dihadiri ribuan jamaah dari berbagai daerah sebagai bentuk penghormatan terhadap ulama kharismatik tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *