Hilirisasi Ayam Terintegrasi, Jasin Nilai Petani Jagung dan Peternak Diuntungkan

Tabayyun.co.id, GORONTALO-Pemerintah Provinsi Gorontalo bersama Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara tengah menyiapkan program hilirisasi ayam terintegrasi yang direncanakan mulai berjalan tahun depan 2026.

Program ini mencakup pembangunan pabrik pakan ternak, pembibitan, penetasan telur, cold storage, hingga rumah potong hewan unggas (RPHU).

Program tersebut merupakan bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo dan dirancang bekerja sama dengan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Rencana pembangunan fisik akan dilaksanakan oleh PTPN III (Holding), dengan Provinsi Gorontalo ditetapkan sebagai klaster pertama pembangunan pada 2026.

Kehadiran program ini diharapkan memperkuat ekosistem pangan nasional sekaligus meningkatkan daya saing peternak melalui sistem perunggasan yang lebih terpadu dari hulu ke hilir.

Direktur PT Gorontalo Pangan Sejahtera, Jasin Mohammad, menyatakan dukungannya terhadap rencana pembangunan pabrik pakan ternak terintegrasi di Gorontalo Utara.

Menurutnya, kehadiran industri pakan lokal akan memberi dampak langsung bagi petani jagung dan peternak mandiri.

“Pada dasarnya kami mendukung. Semakin banyak pilihan bagi peternak, terutama peternak mandiri, akan semakin baik. Kehadiran pabrik pakan ternak yang terintegrasi ini dapat memberikan peluang agar peternak tidak terlalu bergantung pada perusahaan -integrator besar, dimana selama ini bahan baku pakan ternak seperti jagung yang selama ini dikirim dari Gorontalo dalam bentuk Pipilan ke Feedmill/ pabrik pakan di pulau jawa untuk diolah menjadi pakan ternak dan hasil pakan ternaknya kembali dijual di Gorontalo dalam bentuk Bundling pakan dan DOC sehingga harga pakan dan DOC dikontrol oleh Pabrik pakan “ Ujar Jasin,Senin (22/12/25).

Baca Juga :  Pengusaha Dorong Kolaborasi Pemda dan Pelaku Usaha Kembangkan Jagung di Pohuwato

Jasin menilai, manfaat paling cepat dari pembangunan pabrik pakan adalah meningkatnya penyerapan jagung lokal, khususnya saat musim panen. Selama ini, Gorontalo dikenal sebagai sentra produksi jagung, namun belum didukung oleh industri pakan berskala besar di dalam daerah.

Ia menambahkan, keberadaan pabrik pakan terintegrasi akan mendorong persaingan sehat dalam pembelian jagung di tingkat petani sekaligus memperkuat sektor perunggasan lintas wilayah.

“Yang pertama adalah penyerapan jagung saat musim panen, dengan hadirnya pabrik, akan ada kompetisi penyerapan jagung lokal yang mungkin memicu petani menanam lebih banyak komoditi ini, serta akan mendongkrak kemajuan perunggasan, dimana kelebihan produksi pakan ternak, telur dan ayam yang dihasilkan bisa didistribusi ke daerah tetangga yaitu Sulawesi Utara dan Sulawasi Tengah, Maluku, Kalimantan dan Papua,”jelas Jasin yang juga Wakil Ketua Umum Kadin Propinsi Gorontalo.

Baca Juga :  Hamzah Idrus Desak Aksi Nyata untuk Pinogu, Bukan Sekadar Retorika

Terkait lokasi, Jasin menyebut rencana pembangunan pabrik pakan terintegrasi akan berlokasi di Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara, tepatnya di kawasan industri sebagaimana diusulkan pemerintah daerah setempat.

Ia juga mendorong kesiapan infrastruktur transportasi, terutama dukungan kapal kontainer dan fasilitas pelabuhan Anggrek yang dikelola oleh PT Anggrek Gorontalo Terminal Internasional (AGIT), guna menunjang distribusi ke wilayah Maluku, Papua, dan Kalimantan.

“ Saya merasa bersyukur pertemuan Gubernur Gorontalo dan Bapak Rachmat Gobel minggu barusan dalam Rangka percepatan penetapan usulan wilayah Anggrek Gorontalo Utara menjadi Wilayah Kawasan Ekonomi Khusus, sehingga program ini dapat menjadi titik balik stabilitas harga dan efisiensi produksi. Dimana kelebihan hasil dari produksi pakan ternak, dan hasilnya seperti Telur dan ayam Potong ini bisa Dikirim ke daerah tetangga yaitu Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Maluku, Kalimantan dan Papua.

Jasin juga meyakini, hilirisasi yang dikelola secara tepat mampu menekan biaya produksi peternak secara signifikan serta mengurangi praktik bundling pakan dan DOC oleh perusahaan integrator besar.

“Jasin juga meyakini hilirisasi yang dikelola dengan tepat dapat menekan biaya produksi peternak hingga Rp600–1.000 per kilogram dan akan mengurangi praktik bundling pakan-DOC oleh integrator besar yang selama ini cenderung merugikan peternak.” tambahnya.

Baca Juga :  Fajri Langgene Minta Kapolda Tindak Oknum ‘N’ Terkait Dugaan Fasilitasi Batu Hitam

Selain itu, ia menilai pembangunan pabrik pakan terintegrasi dapat memangkas peran broker dan membuka akses pemasaran langsung bagi peternak.

“Selama ada koperasi dan offtaker seperti para perusahaan jagung di Gorontalo akses produksi yang memadai, peternak bisa mandiri 100%. Harga pun lebih stabil karena ada kompetitor baru,” ujarnya.

Menurut Jasin, program hilirisasi ayam terintegrasi harus dirancang agar mampu menciptakan kompetisi yang sehat, memperluas peran UMKM dan koperasi, serta mendorong kemandirian peternak rakyat.

“Jasin sepakat bahwa program hilirisasi ayam terintegrasi perlu dirancang agar mampu bersaing. Program ini menjadi langkah penting menuju kemandirian perunggasan, serta mendorong hilirisasi yang memberi ruang lebih besar bagi peternak, UMKM dan Koperasi serta akan menciptakan kompetisi yang semakin sehat. Saya meyakini peternak rakyat bisa jauh lebih sejahtera dan kebutuhan unggas dan telur bisa disuplay juga untuk Program Makan Bergizi Gratis “ tutup Jasin yang juga Ketua Asosiasi Perhimpunan Pedagang dan Produsen Jagung Indonesia Propinsi Gorontalo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *