Hindia dan .Feast Jadi Magnet “Desa Cowboy” SARGA Festival di Manado

TABAYYUN.CO.ID, MANADO – Olahraga berkuda selama ini kerap dipandang sebagai aktivitas yang identik dengan kalangan tertentu. SARGA.co mencoba mengubah persepsi tersebut melalui SARGA FESTIVAL: DESA COWBOY, sebuah festival yang memadukan olahraga berkuda, budaya, musik, kuliner, dan hiburan modern.

Festival tersebut dijadwalkan berlangsung di Lapangan Pohon Kasih Megamas, Manado, pada 24 Oktober 2026.

SARGA.co merupakan kolektif yang sejak 2023 fokus mengembangkan kembali olahraga berkuda di Indonesia. Bagi mereka, berkuda tidak sekadar berkaitan dengan kompetisi, tetapi juga memiliki nilai sejarah dan budaya yang dapat dikemas sesuai perkembangan zaman.

Melalui konsep “Desa Cowboy”, SARGA.co ingin membawa olahraga berkuda lebih dekat dengan masyarakat luas, khususnya generasi muda.

Baca Juga :  Bahtiar Rifai Beberkan Strategi BRIN Mendorong Hilirisasi Peternakan Gorontalo

Festival ini dikemas sebagai pengalaman yang lebih luas dari sekadar pertandingan pacuan kuda. Selama dua hari, pengunjung akan disuguhkan berbagai aktivitas yang menggabungkan olahraga, komunitas, musik, kuliner, hingga pertunjukan kreatif.

Konsep tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya SARGA.co memperkenalkan kembali Indonesia Horse Racing dengan pendekatan yang lebih modern dan mudah diterima masyarakat.

Musik hingga Nuansa Cowboy

Untuk memperkuat atmosfer festival, SARGA.co menghadirkan sejumlah hiburan musik. Dua nama yang menjadi perhatian adalah Hindia dan .Feast.

Kehadiran kedua musisi tersebut diharapkan mampu menarik minat generasi muda sekaligus memperluas karakter festival berkuda yang selama ini identik dengan suasana formal dan eksklusif.

Selain pertunjukan musik, pengunjung juga akan menemukan berbagai aktivitas interaktif, dekorasi bernuansa cowboy, pertunjukan kreatif, serta ruang hiburan yang dirancang untuk pengunjung dari berbagai kalangan.

Baca Juga :  Tiga Tewas, Lima Luka-luka Akibat Kantor DPRD Makassar Dibakar Massa

SARGA.co menilai pendekatan tersebut penting agar olahraga berkuda tidak berhenti sebagai warisan masa lalu, tetapi dapat berkembang menjadi bagian dari budaya populer masa kini.

“Kami ingin mengubah persepsi bahwa olahraga berkuda itu eksklusif atau kuno. Melalui ‘Desa Cowboy,’ kami ingin menunjukkan bahwa warisan olahraga tertua ini bisa terasa segar, bermakna, dan sangat mudah diakses,” ujar perwakilan dari SARGA.co.

Tiket Mulai Rp80 ribuan

Aspek aksesibilitas juga menjadi perhatian dalam penyelenggaraan festival tersebut. SARGA.co menawarkan tiket mulai dari Rp80 ribuan.

Harga tersebut diharapkan dapat membuka kesempatan bagi masyarakat yang sebelumnya belum pernah bersentuhan dengan dunia berkuda untuk ikut menikmati festival sekaligus mengenal lebih dekat olahraga tersebut.

Baca Juga :  Adhan Dambea Hadiri Bukber, Tegaskan Kehadiran Tanpa Kepentingan Politik

SARGA.co juga berharap “Desa Cowboy” dapat menjadi ruang bertemunya komunitas lama dengan generasi baru yang memiliki ketertarikan terhadap olahraga, budaya, musik, dan kreativitas.

Festival SARGA FESTIVAL: DESA COWBOY dijadwalkan berlangsung pada 24 Oktober 2026 di Lapangan Pohon Kasih Megamas, Manado.

Tiket dapat diperoleh melalui SARGATIKET.COM.

Melalui festival ini, SARGA.co ingin menunjukkan bahwa pelestarian budaya tidak harus dilakukan dengan cara yang kaku. Warisan olahraga berkuda justru dapat diperkenalkan kembali melalui kemasan yang modern, terbuka, dan dekat dengan kehidupan generasi masa kini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *