Indriani Dunda Serap Aspirasi Pelaku UMKM di Reses Kelurahan Bugis

Tabayyun.co.id, Kota Gorontalo – Kegiatan reses anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Indriani Dunda, di Kelurahan Bugis, Kecamatan Kota Timur, Rabu (22/10/2025), dipenuhi beragam aspirasi dari masyarakat, terutama para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Antusiasme warga menunjukkan besarnya harapan terhadap peran wakil rakyat dalam memperkuat perekonomian masyarakat.

Dalam dialog terbuka itu, warga menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi, mulai dari keterbatasan modal usaha, tantangan pemasaran produk, hingga persoalan rawan pangan di wilayah mereka.

Baca Juga :  Team Rajawali Polresta Gorontalo Kota Amankan Dua Pelaku Curanmor di Kelurahan Tapa

Menanggapi hal tersebut, Indriani Dunda menegaskan bahwa sektor UMKM akan menjadi fokus utama dalam perjuangannya pada pembahasan anggaran mendatang.

“Saya mencatat betul semua usulan ini. Sektor UMKM adalah tulang punggung perekonomian kita. Oleh karena itu, saya akan berjuang agar alokasi anggaran untuk Dinas terkait, terutama bantuan modal usaha, dapat ditingkatkan secara signifikan,” tegasnya.

Baca Juga :  Pemberantasan Miras Sudah 90 Persen, Wali Kota Adhan: Razia Harus Tetap Jalan

Ia menambahkan, dirinya akan mengawal seluruh program bantuan agar tepat sasaran, sekaligus memastikan dukungan terhadap UMKM baru yang tengah berupaya tumbuh dan berkembang.

“Aspirasi terkait UMKM yang terkumpul dari seluruh anggota DPRD ini selanjutnya akan dirangkum dan diusulkan menjadi bagian dari rencana pembangunan daerah, dengan harapan dapat diimplementasikan pada tahun anggaran berikutnya,” pungkasnya.

Baca Juga :  Jelang Operasi Zebra, Polres Gorontalo Matangkan Taktik dan Sasaran Penindakan

Melalui kegiatan reses ini, Indriani berharap kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah dapat semakin erat dalam menciptakan kebijakan yang berpihak pada pelaku usaha kecil serta memperkuat daya tahan ekonomi daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *