Jaga Desa Jadi Gerakan Nyata, SMSI–ABPEDNAS Mulai Tindaklanjuti MoU DPP

TABAYYUN.CO.ID, GORONTALO -Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Gorontalo bersama pengurus SMSI kabupaten dan kota se-Gorontalo bertemu Ketua DPD ABPEDNAS Provinsi Gorontalo, Syarif Mbuinga, Minggu (9/8/2026).

Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi kedua organisasi sekaligus menindaklanjuti Memorandum of Understanding (MoU) yang telah diteken oleh Ketua DPP ABPEDNAS dan Ketua DPP SMSI.

Salah satu pembahasan utama dalam audiensi itu adalah pengembangan Program Jaga Desa. Program tersebut dinilai memiliki peluang untuk diperluas menjadi gerakan kolaboratif yang melibatkan pemerintah desa, masyarakat, media dan pemangku kepentingan lainnya.

Dari sisi SMSI, keterlibatan media dinilai penting untuk memastikan informasi mengenai pembangunan desa dapat diterima masyarakat secara luas dan berimbang.

Ronal Alibasa dari SMSI Gorontalo mengatakan, media memiliki posisi strategis dalam membantu menyukseskan berbagai agenda ABPEDNAS, terutama program yang berkaitan dengan penguatan pemerintahan dan pembangunan desa.

Ia menilai Jaga Desa tidak semestinya hanya ditempatkan sebagai program organisasi. Menurut dia, program tersebut dapat dikembangkan menjadi gerakan bersama yang mendorong masyarakat lebih aktif dalam mengawal pembangunan.

“Kami melihat Program Jaga Desa ini memiliki potensi besar untuk menjadi program unggulan daerah. SMSI siap berkolaborasi dengan ABPEDNAS dalam mengawal agenda tersebut, terutama dari sisi publikasi, edukasi dan penguatan partisipasi masyarakat,” ujar Ronal.

Baca Juga :  3 Alasan Air Minum Bebas BPA Penting untuk Kesehatan Keluarga, Jangan Sampai Salah Pilih Galon

Ronal mengatakan, pengawasan pembangunan desa dapat dilakukan dengan pendekatan partisipatif. Salah satunya melalui keterbukaan informasi mengenai program dan penggunaan anggaran desa.

“Pengawasan tidak harus selalu dimaknai sebagai mencari kesalahan. Yang paling penting adalah bagaimana sejak awal masyarakat mendapatkan informasi yang benar, memahami program desa dan ikut mengawasi pelaksanaannya. Di sinilah media bisa menjadi jembatan antara pemerintah desa dan masyarakat,” katanya.

Menurut dia, jaringan media siber yang tergabung dalam SMSI dapat menjadi bagian dari ekosistem informasi desa.

Berbagai informasi mengenai program pembangunan, capaian, persoalan hingga inovasi desa dapat disampaikan kepada publik secara berimbang. Selain menjadi bagian dari kontrol sosial, pemberitaan tersebut juga dapat memperkenalkan potensi yang dimiliki setiap desa.

Sementara itu, Ketua DPD ABPEDNAS Provinsi Gorontalo, Syarif Mbuinga, menyambut positif pertemuan tersebut.

Syarif menilai kerja sama dengan SMSI dapat memperkuat agenda organisasi dalam mendorong pemerintahan dan pembangunan desa yang lebih baik.

Baca Juga :  Ketua DPRD Tojo Una-Una dan Pemimpin Bank Sulteng Ampana Gaungkan Semangat Gotong Royong dalam Pembangunan Masjid Al-Huda Sumoli

Ia juga menekankan pentingnya perubahan cara pandang terhadap desa. Desa, kata dia, tidak seharusnya hanya menjadi objek pembangunan, tetapi harus diberikan ruang sebagai subjek yang menentukan arah pembangunan berdasarkan kebutuhan masyarakat.

“Kami menyambut baik silaturahmi dan kolaborasi ini. MoU antara DPP ABPEDNAS dan DPP SMSI harus kita turunkan menjadi kerja nyata di daerah. Karena yang paling penting dari sebuah kerja sama bukan hanya dokumennya, tetapi bagaimana memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat desa,” kata Syarif.

Menurut Syarif, Jaga Desa memiliki keterkaitan erat dengan upaya membangun tata kelola pemerintahan desa yang transparan, partisipatif dan akuntabel.

“Jaga Desa harus kita dorong menjadi gerakan bersama. Ada pengawasan, ada transparansi, ada partisipasi masyarakat dan tentu ada edukasi. Semua itu membutuhkan kolaborasi, termasuk dengan media,” ujarnya.

Syarif menegaskan, ABPEDNAS tidak menginginkan Program Jaga Desa berhenti sebatas slogan. Program tersebut harus mampu mendorong keterbukaan pemerintah desa dalam menyampaikan informasi mengenai proses pembangunan.

“Kita ingin desa maju bukan hanya karena pembangunan fisiknya, tetapi juga karena tata kelolanya baik. Masyarakat mengetahui apa yang dikerjakan, mengetahui anggarannya, kemudian ikut mengawasi dan memberikan masukan. Itu substansi dari Jaga Desa,” jelasnya.

Baca Juga :  Petugas Bandara Djalaluddin Temukan 20 Pcs Emas dalam Dua Koper Penumpang Lion Air

Ia menilai media mempunyai peran penting dalam memperluas jangkauan informasi sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Media adalah mitra strategis. Kita tidak ingin media hanya hadir ketika ada persoalan. Kita ingin media ikut mengangkat keberhasilan desa, inovasi desa, sekaligus memberikan edukasi dan kritik yang konstruktif ketika ada hal-hal yang perlu diperbaiki,” kata Syarif.

Pertemuan SMSI dan ABPEDNAS Gorontalo tersebut kemudian diarahkan pada penguatan komunikasi dan koordinasi untuk menerjemahkan MoU di tingkat daerah ke dalam kegiatan konkret.

Kolaborasi itu diharapkan mencakup penguatan kapasitas pemerintahan desa, keterbukaan informasi pembangunan, pengawasan penggunaan dana desa hingga peningkatan partisipasi masyarakat.

Dengan keterlibatan organisasi pemerintahan desa dan jaringan media, Program Jaga Desa diharapkan dapat berkembang menjadi gerakan bersama.

Tujuannya bukan hanya mengawal pembangunan fisik, tetapi juga mendorong terciptanya pemerintahan desa yang terbuka, partisipatif dan mampu mempertanggungjawabkan setiap kebijakan kepada masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *