Jasin Mohammad Bawa Suara Petani di Forum UEA,Peluang Investasi Mulai Dibuka: Jagung Gorontalo Tembus 1,28 Juta Ton

TABAYYUN.CO.ID, GORONTALO – Pemerintah Provinsi Gorontalo membuka peluang kerja sama dengan Uni Emirat Arab (UEA) melalui Forum Dialog Pemerintah Provinsi Gorontalo bersama Duta Besar UEA untuk Indonesia. Rabu,12/08/26, kantor Dulohupa Provinsi Gorontalo.

Forum yang mengangkat tema “Merajut Persahabatan, Mengenal Potensi, Membuka Peluang Kerja Sama Gorontalo” tersebut menjadi momentum bagi Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk memperkenalkan berbagai potensi daerah sekaligus menjajaki peluang kerja sama ekonomi dengan mitra internasional.

Kegiatan itu turut dihadiri Ketua Perkumpulan Jagung Indonesia (Pejagindo) Gorontalo, Jasin Mohammad, yang melihat forum tersebut sebagai peluang strategis untuk memperkenalkan potensi sektor pertanian, khususnya komoditas jagung, kepada mitra internasional.

Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail melalui Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Drs. Sofian Ibrahim, M.Si, mengatakan Gorontalo memiliki sejumlah sektor potensial yang dapat dikembangkan melalui kerja sama internasional, terutama sektor pertanian dan komoditas pangan.

Menurut Sofian, potensi tersebut tidak cukup hanya diperkenalkan sebagai angka produksi, tetapi perlu diarahkan menjadi peluang investasi, perdagangan, pengolahan serta pengembangan pasar yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Gorontalo memiliki potensi yang besar, khususnya pada sektor pertanian dan komoditas pangan. Potensi ini perlu kita perkenalkan kepada mitra internasional agar dapat membuka peluang kerja sama yang saling menguntungkan,” ujar Sofian.

Dalam forum tersebut, salah satu potensi yang mendapat perhatian adalah komoditas jagung dan padi yang selama ini menjadi bagian penting dari sektor pertanian Gorontalo.

Berdasarkan data yang dipaparkan dalam forum, potensi jagung Gorontalo pada 2025 tercatat memiliki luas panen sekitar 262.413 hektare, dengan produksi mencapai sekitar 1,28 juta ton.

Baca Juga :  Real Madrid Bersiap Aktifkan Klausul Pembelian Bintang Muda Portugal

Produktivitas jagung disebut berada pada kisaran 48,7 kuintal per hektare, dengan kontribusi sekitar 84,6 persen terhadap produksi di kawasan yang menjadi salah satu sentra utama komoditas tersebut.

Sementara itu, komoditas padi memiliki luas panen sekitar 53.897 hektare, dengan produksi gabah kering giling (GKG) mencapai 281.171 ton dan produktivitas sekitar 52,2 kuintal per hektare.

Gorontalo juga memiliki lahan baku sawah sekitar 32.241 hektare. Potensi tersebut menjadi modal penting dalam pengembangan sektor pangan sekaligus membuka peluang investasi berbasis pertanian.

Sofian mengatakan kerja sama dengan UEA dapat diarahkan pada sejumlah sektor strategis, mulai dari perdagangan komoditas, investasi, pengolahan hasil pertanian, penguatan rantai pasok hingga perluasan akses pasar.

Menurutnya, pengembangan sektor pertanian harus diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan produksi, tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi produk yang dihasilkan masyarakat.

“Yang ingin kita dorong bukan hanya bagaimana meningkatkan produksi, tetapi bagaimana hasil produksi tersebut memiliki nilai tambah, mampu membuka pasar yang lebih luas, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Pemerintah Provinsi Gorontalo berharap hubungan yang dibangun melalui forum tersebut dapat berlanjut ke pembahasan yang lebih konkret. Terutama terkait sektor-sektor yang memiliki prospek investasi dan peluang perdagangan dengan UEA.

Sementara itu, Ketua Pejagindo Gorontalo Jasin Mohammad menilai forum dialog tersebut menjadi kesempatan penting bagi pelaku sektor pertanian untuk memperkenalkan potensi jagung Gorontalo kepada mitra internasional.

Menurut Jasin, besarnya produksi jagung harus diikuti dengan strategi pengembangan industri hilir agar komoditas tersebut tidak hanya dipasarkan dalam bentuk bahan mentah.

Baca Juga :  Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Bacakan Teks Proklamasi di Rumah Jabatan Gubernur

“Kita tidak ingin jagung Gorontalo hanya dikenal sebagai komoditas yang diproduksi dalam jumlah besar. Ke depan harus ada penguatan hilirisasi, sehingga ada nilai tambah yang bisa kembali kepada petani dan memberikan dampak ekonomi bagi daerah,” ujar Jasin.

Sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi Gorontalo bersama Ketua Pejagindo Gorontalo Jasin Mohammad mengikuti Forum Dialog bersama Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia. Kegiatan bertema “Merajut Persahabatan, Mengenal Potensi, Membuka Peluang Kerja Sama Gorontalo” tersebut menjadi momentum memperkenalkan potensi daerah dan membuka peluang kerja sama di berbagai sektor.

Ia menilai UEA memiliki peluang untuk menjadi salah satu mitra dalam pengembangan sektor pangan dan agribisnis Gorontalo.

Kerja sama tersebut, kata Jasin, dapat mencakup perdagangan komoditas, investasi di sektor pengolahan, pengembangan rantai pasok hingga pembukaan akses pasar internasional.

“Peluang kerja samanya sangat luas. Tidak hanya bagaimana produk kita bisa masuk ke pasar luar negeri, tetapi juga bagaimana investor dapat melihat peluang membangun industri pengolahan di Gorontalo,” jelasnya.

Jasin menegaskan, kerja sama internasional harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya petani yang berada di sektor hulu.

Menurutnya, petani harus mendapatkan posisi yang kuat dalam rantai ekonomi sehingga peningkatan perdagangan dan investasi tidak hanya memberikan keuntungan kepada pelaku usaha, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Yang paling penting adalah bagaimana kerja sama ini nantinya memberikan manfaat nyata kepada masyarakat. Petani harus menjadi bagian utama dari rantai ekonomi, bukan hanya sebagai pemasok bahan baku,” tegasnya.

Ia berharap forum tersebut tidak berhenti pada pertemuan seremonial. Setelah potensi daerah diperkenalkan, menurut Jasin, perlu ada tindak lanjut berupa pembahasan teknis mengenai kebutuhan pasar, kapasitas produksi, standar kualitas, mekanisme perdagangan serta peluang investasi.

“Kita berharap pertemuan ini menjadi awal dari langkah yang lebih konkret. Setelah pengenalan potensi, harus ada tindak lanjut untuk melihat komoditas apa yang dibutuhkan, berapa kapasitasnya, bagaimana standar produknya dan seperti apa model kerja samanya,” tutur Jasin.

Baca Juga :  Sinergi Lintas Sektor, Dinkes P2KB Tojo Una -Una Pacu Peningkatan Pelayanan Kesehatan!

Senada dengan hal tersebut, Pemerintah Provinsi Gorontalo berharap forum bersama Dubes UEA dapat menjadi pintu masuk bagi pengembangan kerja sama yang lebih luas.

Tidak hanya sektor jagung dan padi, berbagai potensi daerah lainnya juga diharapkan dapat diperkenalkan kepada calon mitra internasional sehingga Gorontalo memiliki lebih banyak pilihan dalam mengembangkan investasi dan perdagangan.

Bagi pemerintah daerah, potensi pertanian yang besar harus dibarengi dengan kesiapan infrastruktur, kualitas produksi, kontinuitas pasokan serta kepastian investasi. Hal tersebut dinilai menjadi faktor penting agar peluang kerja sama yang dibuka tidak berhenti pada tahap penjajakan.

Dengan produksi jagung yang mencapai sekitar 1,28 juta ton serta potensi padi dan lahan pertanian yang cukup besar, Gorontalo memiliki modal untuk memperkuat posisinya sebagai salah satu daerah penghasil komoditas pangan.

Forum “Merajut Persahabatan, Mengenal Potensi, Membuka Peluang Kerja Sama Gorontalo” pun diharapkan menjadi langkah awal untuk mengubah potensi tersebut menjadi kerja sama konkret.

Pemerintah daerah bersama pelaku usaha dan organisasi sektor pertanian diharapkan dapat terus membangun komunikasi dengan mitra internasional, sehingga peluang investasi, perdagangan dan hilirisasi dapat benar-benar diwujudkan.

Pada akhirnya, kerja sama Gorontalo dengan UEA diharapkan tidak hanya membuka pasar baru, tetapi juga meningkatkan nilai tambah komoditas daerah dan memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat, terutama para petani.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *