Jasin Mohammad Cerita Kisah Perjalanan dan Soal SP1 Hingga Dinamika di Kadin Gorontalo

Tabayyun.co.id, GORONTALO — Dinamika internal Kamar Dagang dan Industri Indonesia Provinsi Gorontalo kembali mencuat ke ruang publik. Kali ini, sorotan datang dari pengakuan mantan pengurusnya, Jasin Mohammad, yang membagikan perjalanan panjangnya selama aktif di organisasi tersebut.

Jasin menceritakan awal keterlibatannya dalam struktur kepengurusan yang dimulai pada 2022. Ia mengaku direkrut langsung oleh Ketua Umum Muhalim Litty dan diberi kepercayaan menduduki posisi strategis sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Perizinan, Investasi, Pengembangan Ekspor, dan Pasar Modal.

Selama mengemban amanah itu, Jasin menyebut dirinya aktif menjalankan tugas organisasi, termasuk mewakili pimpinan dalam berbagai agenda penting bersama pemerintah daerah maupun instansi vertikal.

Ia juga mengaku beberapa kali terlibat dalam kegiatan di luar daerah hingga luar negeri sebagai bagian dari penguatan jejaring dan kerja sama.

“Selama kurang lebih empat tahun, beberapa kali saya mewakili beliau menghadiri kegiatan bersama pemerintah daerah dan instansi vertikal, baik di dalam daerah, luar daerah hingga luar negeri seperti Malaysia.” ujarnya.

Baca Juga :  Ghalieb Lahidjun Ingatkan Pemerintah Soal Perlindungan Anak di Momen 25 Tahun Gorontalo

Namun, perjalanan tersebut tidak selalu berjalan lurus. Memasuki dinamika politik internal organisasi, situasi mulai berubah ketika ia menyatakan dukungan terhadap salah satu kandidat Ketua Umum, Aldi Uloli. Keputusan itu, menurutnya, menjadi titik awal munculnya persoalan yang berujung pada sanksi organisasi.

“Saya masih ingat pada hari Rabu tanggal 18 Mei Tahun 2022 beliau mengajak saya masuk dalam Kepengurusan Kadin Provinsi Gorontalo dengan menduduki jabatan WKU Bidang Perizinan, Investasi, Pengembangan Ekspor dan Pasar Modal.” ucap Jasin. Rabu 06/05/26.

Ia mengungkapkan, pada April 2026 dirinya menerima Surat Peringatan Pertama (SP1) sekaligus penonaktifan sementara dari kepengurusan. Langkah tersebut, kata dia, tidak lepas dari adanya dinamika internal yang berkembang di tubuh organisasi.

Baca Juga :  Di Muswil Persis Gorontalo, Prof Atip Soroti Peran Ormas Islam dalam Sejarah Bangsa

“Di hari Jumat tanggal 10 April 2026 saya mendapat Surat Peringatan Pertama (SP1) dan penonaktifan sementara dari pengurus karena ada oknum pengurus yang memberikan masukan soal kegaduhan di Kadin Gorontalo dikarenakan saya mendukung Aldi Uloli menjadi salah satu Caketum Kadin Provinsi Gorontalo.” ungkapnya.

Meski menghadapi situasi yang tidak mudah, Jasin menegaskan dirinya tetap berusaha menjaga hubungan baik dengan seluruh pengurus. Ia memandang pengalaman tersebut sebagai proses pembelajaran berharga, terutama dalam memahami dinamika relasi dan loyalitas dalam organisasi.

Jasin Mohammad saat bersama Ketua Kadin Gorontalo Muhalim Litty

“Saya baru tahu siapa yang bisa jadi teman dan sahabat dalam berorganisasi dan bergaul. Saya tetap menjaga hubungan persahabatan dengan beliau serta para sahabat pengurus Kadin karena dari situlah pintu-pintu kebaikan sering terbuka.” kata Jasin.

Lebih jauh, ia juga menekankan pentingnya membangun jaringan dan menjaga silaturahmi sebagai modal utama dalam berorganisasi maupun kehidupan sosial.

Baca Juga : 

“Perbanyaklah jaringan dengan silaturahmi. Rezeki itu bukan hanya soal materi, tapi juga tentang siapa yang mengenal kita, mempercayai kita, dan mau berjalan bersama kita. Uang bisa habis, tapi hubungan baik akan terus berbuah.” ucapnya.

Sebagai penutup, ia menyampaikan harapan dan doa kepada pimpinan organisasi agar tetap diberikan kesehatan dan keberkahan dalam menjalankan amanah.

“Sehat selalu Bro Ketum Muhalim Litty. Semoga Allah SWT senantiasa selalu meridhoi kita semua.” Doa Jasin kepada ketua Muhalim.

Pernyataan Jasin ini memperlihatkan sisi lain dari dinamika organisasi, di mana perbedaan sikap dalam kontestasi internal dapat berdampak pada posisi struktural.

Di sisi lain, pengalaman tersebut juga menegaskan pentingnya menjaga etika, komunikasi, serta hubungan baik dalam menghadapi dinamika organisasi yang kompleks.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *