TABAYYUN.CO.ID, GORONTALO – Peta persaingan menuju Musyawarah Provinsi (Musprov) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Gorontalo kembali menjadi perhatian.
Jika Aldi Andalan Uloli dipastikan tidak melanjutkan langkahnya dalam kontestasi, persaingan perebutan kursi Ketua Kadin Gorontalo berpotensi mengerucut pada dua figur yang dinilai memiliki modal organisasi dan administratif cukup kuat.
Menariknya, dua nama tersebut bukan Fauzan Fadel maupun Andi Ilham yang sebelumnya turut ramai diperbincangkan dalam bursa calon Ketua Kadin Gorontalo.
Dua figur yang kini dinilai berpeluang mengisi ruang persaingan tersebut adalah Ramdan Datau dan Jasin Mohammad.
Kemunculan kedua nama itu tidak terlepas dari dinamika internal Kadin serta persyaratan organisasi yang harus dipenuhi oleh setiap kandidat sebelum dinyatakan dapat mengikuti proses pemilihan.
Apabila Aldi Uloli benar-benar tidak maju, konfigurasi dukungan diperkirakan ikut berubah. Sejumlah pihak yang sebelumnya berada dalam orbit dukungan terhadap kandidat tertentu berpotensi mencari figur alternatif yang dianggap memiliki pengalaman organisasi, rekam jejak dunia usaha, serta kelengkapan administratif.
Situasi tersebut membuat nama Ramdan Datau dan Jasin Mohammad kembali mendapat perhatian.
Secara struktural, Ramdan Datau saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Organisasi, Keanggotaan, dan Kelembagaan (OKK) Kadin Gorontalo. Sementara Jasin Mohammad menduduki posisi Wakil Ketua Umum Bidang Perizinan, Investasi, Pengembangan Ekspor dan Pasar Modal Kadin Gorontalo.
Keduanya juga dinilai memiliki pengalaman di internal organisasi yang dapat menjadi modal dalam menghadapi proses Musprov.
Persyaratan Calon Ketua Kadin
Dalam pencalonan Ketua Kadin Provinsi, persyaratan administratif dan pengalaman organisasi menjadi salah satu aspek penting yang tidak bisa dilepaskan dari proses kontestasi.
Mengacu pada Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 18 Tahun 2022 tentang Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Kamar Dagang dan Industri, Bab X tentang Pembentukan Dewan Pengurus, Pasal 34, calon Ketua Umum Kadin Provinsi yang sekaligus merangkap calon Ketua Tim Formatur sekurang-kurangnya selama tiga tahun berturut-turut sampai tahun berjalan harus terdaftar sebagai anggota Kadin.
Keanggotaan tersebut dibuktikan melalui kepemilikan Kartu Tanda Anggota Kadin B atau KTA-B.
Persyaratan tersebut membuat rekam jejak organisasi menjadi salah satu faktor yang ikut menentukan peluang setiap kandidat.
Di tengah dinamika tersebut, nama Ramdan Datau mulai kembali diperbincangkan di sejumlah kalangan. Wacana mengenai peluang dirinya maju bahkan disebut muncul dalam perbincangan sejumlah tokoh politik di salah satu tongkrongan kopi Ajama.
Redaksi sebelumnya juga telah mengonfirmasi langsung kepada Ramdan Datau mengenai kemungkinan dirinya ikut dalam kontestasi Ketua Kadin Gorontalo.
Ramdan ketika itu menjelaskan bahwa Kadin merupakan organisasi yang memiliki mekanisme dan persyaratan tersendiri bagi seseorang yang ingin mencalonkan diri sebagai ketua.
“Kadin ini adalah senior-senior HIPMI,” ungkap Ramdan, Selasa (2/4/2026).
Menurut Ramdan, pengalaman organisasi menjadi salah satu modal penting. Ia menyebut calon Ketua Kadin setidaknya harus memiliki proses organisasi, termasuk pengalaman di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), aktif di Kadin, serta pernah menjadi bagian dari kepengurusan organisasi tersebut dalam periode tertentu.
“Setidaknya, calon Ketua Kadin selain mencukupi umur 42 tahun dan harus berproses dulu di HIPMI,” ungkapnya.
Ramdan: Semua Punya Peluang
Ketika ditanya mengenai peluang dirinya maju dalam Musprov Kadin Gorontalo, Ramdan tidak secara tegas menutup kemungkinan tersebut.
Ia mengatakan setiap pihak memiliki kesempatan untuk mencalonkan diri selama mampu memenuhi seluruh persyaratan yang telah ditetapkan organisasi.
“Jadi semuanya berpeluang maju, jika Saya di restui oleh Kadin Pusat. Bismillah, Saya akan maju,” tegas Ramdan.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu sinyal bahwa Ramdan membuka ruang untuk ikut dalam perebutan kursi Ketua Kadin Gorontalo.
Namun, proses pencalonan tetap tidak hanya ditentukan oleh keinginan pribadi kandidat. Setiap bakal calon nantinya harus melalui mekanisme organisasi, termasuk verifikasi terhadap persyaratan administratif sesuai aturan Kadin Indonesia.
Di sisi lain, nama Jasin Mohammad juga kembali mencuat sebagai salah satu figur yang berpotensi masuk dalam persaingan.
Jasin bukan nama baru dalam dinamika Kadin Gorontalo. Saat ini ia menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Perizinan, Investasi, Ekspor, dan Pasar Modal.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu modal yang membuat Jasin dinilai memiliki kapasitas untuk memimpin organisasi dunia usaha tersebut.
Jasin Dinilai Punya Modal Organisasi
Rekam jejak Jasin di lingkungan dunia usaha dan organisasi membuat namanya tetap diperhitungkan dalam setiap pembicaraan mengenai calon Ketua Kadin Gorontalo.
Kiprahnya di internal organisasi juga membuat Jasin memiliki jaringan komunikasi dengan berbagai kalangan pengusaha hingga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Pedagang dan Produsen Jagung Indonesia (PEJAGINDO) Provinsi Gorontalo.
Di Tengah Isu Deal Aldi–Fauzan, “Om JM yang Cocok!” Sinyal Dukungan Erwin Ismail untuk Jasin Menguat
Sinyal dukungan terhadap Jasin bahkan mulai terlihat dari sejumlah pengusaha muda. Salah satunya datang dari Erwin Ismail.
Dukungan tersebut memang belum disampaikan melalui deklarasi resmi. Namun, sinyal itu muncul dalam percakapan grup WhatsApp Pelangi Rakyat Gorontalo setelah Erwin mencermati perkembangan terbaru bursa Ketua Kadin.
Dalam percakapan tersebut, muncul pembahasan mengenai kemungkinan terjadinya kesepakatan antara dua nama yang sebelumnya cukup kuat diperbincangkan, yakni Aldi Uloli dan Fauzan Fadel.
Kondisi tersebut kemudian dinilai dapat membuka ruang bagi munculnya kandidat alternatif.
Erwin bahkan menyampaikan pandangan agar Aldi dan Fauzan terlebih dahulu mengambil pengalaman memimpin organisasi lain sebelum maju dalam kontestasi Kadin.
“Aldi dan Fauzan seharusnya jadi Ketua HIPMI dulu, baru ke Kadin. Om JM yang cocok, bo malu-malu eh,” tulis Erwin dalam percakapan tersebut.
Pernyataan tersebut memperlihatkan adanya pandangan dari kalangan pengusaha muda yang menilai Jasin memiliki modal pengalaman organisasi yang cukup untuk dipertimbangkan sebagai kandidat Ketua Kadin Gorontalo.
Aktif Berkomunikasi dengan Para Kandidat
Salah satu hal yang membuat posisi Jasin menarik dalam dinamika Musprov Kadin Gorontalo adalah pola komunikasinya dengan sejumlah figur yang sebelumnya disebut-sebut berpotensi maju.
Jasin disebut menjadi salah satu figur yang aktif membangun komunikasi dengan berbagai kandidat, termasuk Aldi Uloli, Andi Ilham, maupun Fauzan Fadel.
Komunikasi tersebut berlangsung dalam beberapa bulan terakhir dan menunjukkan bahwa Jasin memiliki relasi yang cukup luas di antara kelompok-kelompok yang berada dalam pusaran kontestasi.
Dalam situasi ketika peta dukungan masih dapat berubah, jaringan komunikasi semacam itu berpotensi menjadi salah satu modal penting.
Sebab, Musprov bukan hanya berbicara mengenai popularitas figur, tetapi juga kemampuan membangun konsolidasi dan mendapatkan dukungan dari anggota Kadin yang memiliki hak dalam proses organisasi.
Dari sisi administrasi, Jasin juga disebut memiliki sejumlah dokumen kepengurusan dan keanggotaan yang menjadi bagian penting dalam persyaratan pencalonan.
Di antaranya Surat Keputusan (SK) kepengurusan serta Kartu Tanda Anggota (KTA) Kadin.
Kelengkapan tersebut tentu tetap harus diverifikasi melalui mekanisme resmi Kadin Indonesia sebelum seorang kandidat dinyatakan memenuhi syarat.
Peta Persaingan Masih Bisa Berubah
Dengan kondisi tersebut, bursa Ketua Kadin Gorontalo masih sangat terbuka.
Jika Aldi Uloli benar-benar tidak melanjutkan pencalonannya, ruang kompetisi berpotensi mengalami perubahan cukup signifikan.
Fauzan Fadel dan Andi Ilham yang sebelumnya masuk dalam perbincangan publik bukan satu-satunya nama yang dapat menjadi penentu arah kontestasi.
Ramdan Datau dan Jasin Mohammad justru berpotensi muncul sebagai dua figur alternatif yang memiliki modal organisasi dan administratif untuk ikut dalam persaingan.
Namun demikian, peluang tersebut masih harus diuji melalui proses resmi Musprov.
Kadin Indonesia memiliki mekanisme tersendiri dalam menentukan kelayakan kandidat. Karena itu, setiap nama yang disebut dalam bursa tetap harus mengikuti tahapan pendaftaran, pemeriksaan, serta verifikasi berkas sesuai ketentuan organisasi.
Dengan kata lain, dinamika politik dan dukungan informal yang berkembang saat ini belum dapat dijadikan sebagai penentu akhir.
Pertarungan sesungguhnya akan terlihat ketika seluruh kandidat resmi mendaftarkan diri dan menjalani proses verifikasi.
Jika Aldi Uloli akhirnya memilih tidak maju, Musprov Kadin Gorontalo diperkirakan akan menjadi arena pertarungan yang semakin menarik.
Dua nama, Ramdan Datau dan Jasin Mohammad, kini berpotensi menjadi bagian penting dari konfigurasi baru tersebut.
Apakah salah satu dari keduanya benar-benar akan maju dan mendapatkan dukungan mayoritas, atau justru muncul nama lain di luar perkiraan?
Jawabannya akan ditentukan setelah seluruh tahapan resmi pencalonan dan verifikasi Kadin Indonesia dijalankan.









