Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan,BPBD Kota Gorontalo Bagikan 1.500 Masker

TABAYYUN.CO.ID, GORONTALO — Pemerintah Kota Gorontalo menyiapkan 1.500 masker gratis untuk masyarakat menyusul penurunan kualitas udara akibat kabut asap yang menyelimuti wilayah perkotaan dalam beberapa hari terakhir.

Pembagian masker melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Gorontalo itu diprioritaskan bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan, termasuk pengguna jalan.

Kepala BPBD Kota Gorontalo, Hendry Ticoalu, mengatakan kabut asap tersebut diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla), baik di wilayah Gorontalo maupun dari luar daerah.

Baca Juga :  Adhan Pastikan Pokir DPRD Kota Gorontalo Masuk APBD 2027

“Wilayah udara Provinsi Gorontalo, khususnya Kota Gorontalo, saat ini sedang dilanda kabut asap kiriman dari kebakaran hutan dan lahan. Selain dari wilayah lokal, berdasarkan rilis pers BMKG, dampaknya juga berasal dari karhutla di Kalimantan dan Papua yang sampai ke Gorontalo,” ujar Hendry.

Menurut Hendry, pembagian masker merupakan langkah antisipasi untuk membantu mengurangi risiko paparan partikel asap terhadap masyarakat.

Baca Juga :  Wawali Indra Tekankan Pentingnya Renstra Sebagai Arah Pembangunan Kota Gorontalo

Upaya tersebut dilakukan setelah Dinas Kesehatan mengonfirmasi adanya penurunan kualitas udara di kawasan perkotaan.

“Hari ini kita targetkan ada sekitar 1.500 masker yang dibagikan kepada masyarakat. Kami mengimbau warga untuk selalu menggunakannya saat beraktivitas di luar rumah demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan akibat dampak kabut asap ini,” katanya.

Hendry mengingatkan warga agar meningkatkan kewaspadaan selama kabut asap masih menyelimuti wilayah Gorontalo.

Baca Juga :  Pom Mini Jual Bensin Mahal Jadi Sorotan, Pemkot Gorontalo Siapkan Langkah Penertiban

Selain menggunakan masker saat berada di luar ruangan, masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah apabila kondisi udara semakin mengganggu.

Pemerintah Kota Gorontalo berharap pembagian masker tersebut dapat membantu melindungi warga dari paparan asap sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko kesehatan akibat penurunan kualitas udara.

Kendati demikian, perkembangan kondisi udara tetap perlu dipantau untuk menentukan langkah perlindungan lanjutan bagi masyarakat.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *