TABAYYUN.CO.ID, GORONTALO — Pemilihan Masjid Baitul Al-Rasyid sebagai lokasi kegiatan Kadin Bersholawat memiliki arti tersendiri bagi Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) terpilih, Andi Ilham.
Di balik kegiatan keagamaan tersebut,yang mendatangkan tuan guru Prof. Dr. H. Abdul Somad Batubara, Lc., D.E.S.A. (UAS),tersimpan kisah perjuangan membangun masjid sekaligus kenangan mendalam tentang kedua orang tuanya.
Bagi Andi Ilham, masjid itu bukan sekadar tempat untuk menunaikan ibadah.
Bangunan tersebut menjadi pengingat perjalanan panjang yang dilalui dengan berbagai keterbatasan, termasuk persoalan pendanaan yang sempat menjadi tantangan dalam proses pembangunannya.
Perjuangan itu juga menyisakan kesedihan. Kedua orang tuanya telah meninggal dunia sebelum sempat melaksanakan salat di masjid yang pembangunannya memiliki makna penting bagi keluarga tersebut.
Kenangan itu menjadi salah satu alasan Andi Ilham bertekad melanjutkan pembangunan Masjid Baitul Al-Rasyid.
Meski menghadapi keterbatasan, ia ingin masjid tersebut tetap berdiri dan bisa dimanfaatkan masyarakat sebagai tempat beribadah.
Dalam sambutannya, Andi Ilham turut menceritakan percakapan dengan orang tuanya yang membekas dalam ingatannya.
“Dimana Saya ingin maju sebagai calon Wakil Wali Kota bersama pak idris Rahim adalah calon Wali Kota, dengan syarat Saya harus membangun masjid. maka Saya berdiskusi dengan papa mama Saya. Namun, allah berkehendak lain, sebelum masjid ini sepenuhnya dibangun kedua orang tua Saya meninggal,” ucap Andi Ilham. Sabtu,17/10/26.
Bagi Andi Ilham, melanjutkan pembangunan masjid juga menjadi bentuk ikhtiar untuk menjaga harapan yang telah menyertai proses pembangunannya.
Ia berharap keberadaan rumah ibadah itu dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi bagian dari amal kebaikan.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak jemaah mendoakan kedua orang tuanya.
Permohonan itu memperlihatkan sisi personal di balik penyelenggaraan Kadin Bersholawat, yang tidak hanya menjadi ruang untuk memperkuat kegiatan keagamaan, tetapi juga momentum mengenang keluarga.
Melalui kegiatan tersebut, Andi Ilham menghadirkan kembali kisah perjuangan dan kehilangan yang melekat pada Masjid Baitul Al-Rasyid.
Pemilihan lokasi itu sekaligus menjadi pengingat bahwa di balik berdirinya sebuah rumah ibadah, ada proses panjang, pengorbanan, dan harapan yang terus dijaga.











