Kadin Gelar Farewell Dinner untuk Andy Rachmianto, Anindya Bakrie Soroti Babak Baru Hubungan RI-Uni Eropa

TABAYYUN.CO.ID, JAKARTA — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menggelar acara perpisahan bertajuk “A Voyage of Service: Farewell Dinner in Honor of H.E. Andy Rachmianto and Ismi Rohimaningsih” di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (9/5/2026) malam.

Acara tersebut menjadi bentuk apresiasi Kadin Indonesia kepada Andy Rachmianto yang kini menjabat sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Belgia, Luksemburg, dan Uni Eropa bersama sang istri, Ismi Rohimaningsih.

Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menyampaikan penghargaan atas dedikasi Andy Rachmianto selama menjabat Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri RI sekaligus Kepala Protokol Negara periode 2020–2026.

“Ketika banyak orang mendengar kata protokol, mereka mungkin hanya memikirkan pengaturan tempat duduk, formalitas, dan tata acara. Namun bagi mereka yang pernah bekerja bersama Pak Andy, protokol sejatinya jauh lebih dalam. Protokol adalah seni menghadirkan rasa hormat secara nyata,” ujar Anindya.

Baca Juga :  Megawati Tak Hadir di Istana Saat HUT ke-80 RI, PDIP Sebut Ada Tradisi Khusus

Menurut Anindya, Andy merupakan sosok penting di balik berbagai keberhasilan diplomasi Indonesia di tingkat internasional meski jarang tampil di ruang publik.

“Ada orang-orang yang pekerjaannya begitu penting sehingga ketika mereka melakukannya dengan baik, banyak orang hampir tidak menyadarinya.

Mereka bukan orang yang paling lantang di ruangan, tidak mencari sorotan, tetapi ketika mereka hadir semuanya berjalan baik, hubungan menjadi lebih erat, dan Indonesia berdiri lebih tegak. Dan itu adalah Pak Andy Rachmianto,” katanya.

Anindya menilai penugasan baru Andy sebagai Dubes RI untuk Belgia, Luksemburg, dan Uni Eropa menjadi posisi strategis di tengah hubungan Indonesia dan Eropa yang memasuki era baru kerja sama ekonomi dan diplomasi.

“Saya tidak bisa membayangkan sosok yang lebih tepat untuk menjalankan peran penting ini. Pak Andy bukan hanya profesional, tetapi juga pribadi yang hangat, tenang, dan penuh integritas,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri Kadin Indonesia, James T. Riady, mengatakan tugas diplomasi dan protokol negara memiliki tekanan besar yang sering kali tidak terlihat publik.

Baca Juga :  Usaha Sendiri, Mahasiswa Ini Beli iPhone dan Dituduh Tak Layak Terima Beasiswa

“Banyak orang melihat upacara kenegaraan, iring-iringan kendaraan, jamuan makan malam, dan jabat tangan diplomatik. Namun sangat sedikit yang melihat tekanan di balik semuanya. Satu kesalahan kecil dalam urutan protokol atau pengaturan perjalanan bisa menjadi persoalan diplomatik,” ujarnya.

Ia menyebut Andy Rachmianto berhasil menjalankan tugas tersebut dengan profesionalisme tinggi selama bertahun-tahun.

“Petugas protokol terbaik itu seperti wasit dalam pertandingan sepak bola. Jika tidak ada yang menyadari kehadiran Anda, berarti Anda telah menjalankan tugas dengan sangat baik. Dan Pak Andy telah melakukan pekerjaan luar biasa untuk Indonesia selama bertahun-tahun,” kata James.

Sementara itu, Andy Rachmianto mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan Kadin Indonesia selama dirinya menjalankan tugas di Kementerian Luar Negeri.

“Perjalanan pengabdian ini memang panjang. Selama hampir enam tahun saya menjalankan tugas sebagai Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler sekaligus Kepala Protokol Negara untuk melayani dua Presiden dengan karakter yang berbeda,” ujarnya.

Baca Juga :  Aldi Andalan Uloli Kantongi Dukungan Abu Rizal Bakrie untuk Pimpin Kadin Gorontalo

Andy menegaskan pemerintah membutuhkan dukungan mitra strategis seperti Kadin Indonesia dalam memperkuat diplomasi ekonomi dan hubungan internasional.

“Dalam pandangan saya pribadi, Kadin adalah salah satu mitra penting dan terpercaya pemerintah. Kadin selalu bekerja keras bersama kami, khususnya dalam berbagai kunjungan Presiden ke luar negeri,” katanya.

Sebagai Duta Besar RI untuk Belgia, Luksemburg, dan Uni Eropa, Andy menyebut salah satu fokus utamanya adalah mendorong penyelesaian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).

“Saya kira ini akan menjadi KPI utama saya. Karena itu saya membutuhkan dukungan penuh dan keberlanjutan dukungan dari Kadin,” pungkasnya.
Acara tersebut turut dihadiri jajaran pengurus Kadin Indonesia dan sejumlah Ketua Umum Kadin Provinsi dari berbagai daerah di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *