Kasus Kekerasan Siswi, Hamzah Muslimin: Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo Minta Penanganan Serius

Tabayyun.co.id, GORONTALO — Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo turun langsung ke salah satu SMA untuk menindaklanjuti kasus kekerasan yang melibatkan siswi. Selasa (27/01/26.)

Langkah tersebut dilakukan setelah insiden pemukulan yang melibatkan tiga siswi terhadap satu siswi lainnya menjadi perhatian publik.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo, Hamzah Muslimin, mengatakan kunjungan dilakukan guna memastikan kronologi kejadian serta proses penanganan yang sedang berjalan di pihak sekolah.

Dalam kunjungan itu, Komisi IV bertemu langsung dengan kepala sekolah, wali kelas, serta para guru. Mereka juga didampingi oleh Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan Provinsi Gorontalo.

Baca Juga :  Komisi II DPRD Gorontalo Tinjau Dapur MBG di Bone Bolango, Kendala Air Bersih Jadi Sorotan

Hamzah menegaskan, kejadian tersebut menjadi perhatian serius karena dinilai bukan kali pertama terjadi. Oleh sebab itu, Komisi IV meminta sekolah dan dinas terkait benar-benar melakukan pendampingan secara maksimal, khususnya kepada korban.

“Kami datang ke sekolah langsung bertemu dengan kepala sekolah wali kelas, dan guru-guru didampingi dengan dari dinas ya Kabit SMA Kami juga memastikan bahwa seperti apa sebenarnya kronologi kejadian kemudian sampai di mana proses penanganannya,” ucap Hamzah.

“Intinya,ini menjadi atensi kami sebagai mitra dari komisi IV. Tadi juga, kami minta juga dari dinas, kemudian dari Kepsek Ada laporan ke kami juga seperti apa proses penyelesaiannya,: ujar Hamzah, juga Anggota DPRD Dapil Kota Gorontalo itu.

Baca Juga :  Reses di Bulotada Timur, dr. Sri Darsianti Tuna Prioritaskan Aspirasi BPJS Ketenagakerjaan

Lebih lanjut, Hamzah yang juga Angota Badan Kehormatan DPRD Provinsi Gorontalo menyampaikan jangan sampai kejadian-kejadian ini berulang terus.

“Karena ini bukan kejadian yang pertama. Ini kejadian sudah berulang Karena kita berharap tidak ada lagi kejadian-kejadian ini terulang lagi di SMA yang sama,” jelasnya.

Ia menambahkan, pendampingan psikologis terhadap korban harus dilakukan secara berkelanjutan agar tidak menimbulkan dampak jangka panjang. Selain itu, komunikasi intens dengan keluarga korban dinilai penting dalam proses pemulihan.

Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo juga meminta sekolah dan Dinas Pendidikan memperkuat pengawasan serta langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terulang di lingkungan pendidikan.

Baca Juga :  Pelantikan Rektor UNIGO Jadi Momentum Penguatan Pendidikan, Ini Pesan Ketua Komisi IV DPRD Gorontalo

Kepala sekolah tempat para siswi tersebut bersekolah, Syaiful Kadir, mengungkapkan bahwa peristiwa kekerasan tersebut berawal dari rasa cemburu pelaku terhadap korban. Pelaku diduga merasa tidak terima karena korban didekati oleh mantan pacarnya.

“Mantan pacar pelaku ini ada badekat dengan korban,” ujar Syaiful.

Dalam kejadian tersebut, korban diduga mengalami kekerasan fisik yang dilakukan oleh tiga remaja perempuan yang masih berstatus pelajar di sekolah yang sama. Akibat peristiwa itu, korban mengalami trauma fisik dan psikologis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *