Kebijakan Satu Arah di Jalan H.B. Yasin dan Agus Salim Kota Gorontalo Tuai Protes Warga

Tabayyun.co.id, KOTA GORONTALO- Kebijakan uji coba sistem satu arah di Jalan H.B. Yasin dan Jalan Agus Salim, Kota Gorontalo, memunculkan beragam reaksi dari masyarakat. Warga menilai kebijakan tersebut belum mendesak diterapkan karena lalu lintas di Gorontalo dinilai masih relatif lancar.

Salah satu akun Facebook, Ettyc R. Kango, mengkritik kebijakan ini dengan menyinggung bahwa Kota Gorontalo belum membutuhkan penerapan satu arah.

“Gorontalo itu Pak masih terbilang kota kecil alias kota yang tida ada dpe macet²nya.. jadi bolo jang smua jlan mbkeng satu arah. Mo bekeng satu arah itu kalo memang macet.. sedangkan sepanjang sejarah Gorontalo macet itu cuma pas hari raya ketupat,” tulisnya. Senin (27/10/25).

Ettyc juga menyerukan agar pengambil kebijakan memperhatikan suara masyarakat.

“Wahai para pengambil keputusan, lihatlah komentar ini, semua kami ini rakyat jelata, dengarkanlah segala keluhan kami. Kebijakan satu arah ini belum urgent di Gorontalo. Mudah-mudahan ini baru uji coba dan karena banyak yang mengeluh, mendingan dibatalkan saja,” ujarnya.

Baca Juga :  Satpol PP dan Aparat Gabungan Tangkap Empat Pasangan Non Muhrim di Kos dan Penginapan

Ia menambahkan, dengan adanya penerapan satu arah, para pengemudi ojek online seperti Grab dan Maxim mulai meminta kenaikan tarif. Sementara itu, para orang tua yang bekerja dan harus mengantar anak sekolah juga merasa kesulitan karena harus berputar lebih jauh. Penumpang angkutan umum dari arah Isimu menuju kota juga terdampak karena jalur mereka menjadi lebih panjang.

Di sisi lain, ada pula warganet yang meminta masyarakat untuk tetap memberi masukan yang konstruktif kepada pemerintah. Akun Mataluneto menilai bahwa langkah uji coba ini merupakan bagian dari upaya mencari solusi terbaik bagi Kota Gorontalo.

Baca Juga :  DPRD Kota Gorontalo Anugerahkan Gelar Bapak UMKM kepada Adhan Dambea

“Pemerintah berusaha utk sll mencarikan hal2 terbaik utk Gtalo tercinta. Dan semua perlu dipelajari & ujicoba. Yg baik diambil, yg kurang bagus dibuang. Disini sbgi warga kita wajib mendukung & lbh bagus lg memberikan masukan2/ide2 utk kemajuan Gtalo ke depan. Boleh mengkritik dgn catatan hrs bisa memberikan solusi terbaik,” tulisnya.

Sementara akun Adi Bolaang menyoroti akar masalah kemacetan yang dinilai bukan pada arus lalu lintas, melainkan parkir liar di bahu jalan.

“Biar mo 1 jalur kalo parkir liar masih berserakan di jalan ya jelas tetap akan menimbulkan kemacetan. Tujuan membuat 1 jalur itu sdh jelas utk menghindari macet, namun kalo biang macetnya tidal diatasi dulu (parkir liar, di trotoar jalan, bahu jalan, bahkan memakan 1 jalur jalan) ini tidak dibenarkan,” katanya.

Baca Juga :  Wali Kota Gorontalo Tinjau Salat Tarawih di Pasar Sentral, Pastikan Fasilitas Publik Tertib dan Nyaman

Ia menyarankan agar pemerintah memberikan sanksi tegas kepada pelanggar parkir liar, seperti pengempesan ban atau penderekan kendaraan. Ia juga mengusulkan pembangunan gedung parkir di titik keramaian dan penerapan sistem ganjil genap sebagai alternatif.

Komentar lain datang dari akun Noldi Biga yang mempertanyakan tujuan utama dari kebijakan tersebut.

“Bken satu arah olo ini apa dpe maksud, klo unk mengurai kemacetan sejak kapan jln Agus Salim macet. Gorontalo ini macet nanti lebaran ketupat atau ada konser, itupun hanya sesaat, tdk berjam-jam madelo di Jakarta sana,” tulisnya.

Hingga kini, Pemerintah Kota Gorontalo belum mengeluarkan keterangan resmi terkait evaluasi kebijakan satu arah tersebut. Namun, perdebatan publik di media sosial menunjukkan bahwa warga berharap keputusan ini benar-benar mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan nyata di lapangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *