Kemdiktisaintek Hadiri Peluncuran Prodi Spesialis di UNG, Target Lampaui Arahan Presiden

Tabayyun.co.id, GORONTALO, — Universitas Negeri Gorontalo (UNG) resmi meluncurkan program studi pendidikan dokter spesialis sebagai langkah memperkuat layanan kesehatan di wilayah Gorontalo dan sekitarnya.

Peluncuran tersebut digelar di Ballroom TC Damhil UNG, Selasa (3/3), dan dihadiri perwakilan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Rektor UNG, Prof. Dr. Eduart Wolok, mengatakan hingga kini program pendidikan dokter spesialis di Pulau Sulawesi masih terbatas.

“Bagaimana pemenuhan dokter spesialis ini khususbya kawasan Teluk Tomini, UNG dipercayakan untuk program studi Anestesiologi dan Terapi Intensif,” kata Rektor.

Baca Juga :  El Rumi Kalahkan Jefri Nichol dalam Waktu 38 Detik

”Insya Allah ke depan akan menghasilkan spesialis anestesi.”

Ia menegaskan kehadiran prodi tersebut menjadi jawaban atas kebutuhan tenaga dokter spesialis di daerah, terutama untuk memperkuat fasilitas layanan kesehatan yang masih terbatas.

UNG, lanjutnya, berkomitmen mengawal pengembangan pendidikan dokter spesialis agar lulusannya dapat memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Prof. Dr. Khairul Munadi, menyebut Indonesia masih menghadapi tantangan kekurangan dokter spesialis, baik dari sisi jumlah maupun pemerataan.

Baca Juga :  HUT ke-80 RI, Muhammadiyah Kota Timur Gelar Upacara dan Lomba Penuh Keceriaan

“Indonesia kekurangan dokter spesialis (baik) dari segi jumlah dan distribusi,” kata Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Prof. Dr. Khairul Munadi, saat peluncuran di Gorontalo.

“Ini sebuah tuntutan dari masyarakat yang coba dipenuhi utk meningkatkan layanan kesehatan.”

Menurutnya, pembukaan program pendidikan dokter spesialis menjadi bagian dari solusi strategis untuk menjawab persoalan layanan kesehatan nasional, sekaligus menindaklanjuti arahan Presiden.

Baca Juga :  Sekdaprov Gorontalo Tekankan Penilaian Terintegrasi Delapan Aksi Konvergensi Tengkes

Ia menyampaikan, hingga saat ini telah dibuka 160 program studi dokter spesialis di berbagai perguruan tinggi, termasuk di UNG dan Universitas Sam Ratulangi.

”Sejatinya sudah melampaui target yang disampaikan presiden,” ujarnya.

Terkait pembiayaan, Prof. Khairul menekankan bahwa izin pembukaan program studi tidak dipungut biaya, meski aspek pendanaan pendidikan tetap menjadi perhatian bersama.

Ia menambahkan, pendidikan dokter spesialis merupakan bagian dari upaya akselerasi penguatan fakultas kedokteran di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *