Kenali Modus Cyber Grooming, Siswa SMKN 2 Gorontalo Dibekali Literasi Keamanan Digital

TABAYYUN.CO.ID, GORONTALO – Ancaman kejahatan siber yang menyasar anak dan remaja semakin beragam. Salah satu modus yang perlu diwaspadai adalah cyber grooming, yakni upaya membangun kedekatan dan kepercayaan dengan calon korban melalui interaksi di ruang digital.

Pemahaman mengenai modus tersebut menjadi materi yang diberikan kepada siswa SMK Negeri 2 Gorontalo melalui sosialisasi literasi digital bertajuk “Click Before You Trust”, Senin (5/10/2026).

Dalam kegiatan itu, siswa diajak mengenali pola komunikasi yang tampak biasa, tetapi dapat menjadi bagian dari proses manipulasi psikologis oleh pelaku.

Siswa diingatkan agar tidak mudah percaya terhadap orang yang baru dikenal melalui media sosial, termasuk ketika menerima pesan, permintaan pertemanan, atau ajakan tertentu.

Baca Juga :  Wali Kota Adhan Dambea Pimpin Upacara HUT RI ke-81 di Lapangan 11 Maret

Mereka juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga informasi pribadi. Data seperti foto, lokasi, identitas, hingga informasi lain yang bersifat pribadi tidak seharusnya dibagikan kepada orang yang belum benar-benar dikenal.

Ketua Tim Pengabdian, La Here Kaharfin, mengatakan edukasi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun perlindungan sejak dini bagi siswa.

“Tujuan utama kegiatan kami adalah membentuk proteksi dini siswa. Kami ingin mereka mengenali modus manipulasi psikologis atau child grooming yang kerap tersembunyi di balik interaksi media sosial,” kata La Here.

Menurut La Here, cyber grooming tidak selalu dilakukan secara terang-terangan. Pelaku dapat memulainya dengan komunikasi sederhana, kemudian secara bertahap membangun kedekatan hingga mendapatkan kepercayaan korban.

Karena itu, siswa perlu memiliki kemampuan untuk mengenali tanda-tanda interaksi yang tidak wajar sejak awal.

Baca Juga :  Remaja 17 Tahun Diduga Diperkosa Tukang Bentor, Korban Diancam Pisau dan HP Dicuri

Selain pencegahan, siswa juga dibekali langkah yang dapat dilakukan ketika menemukan aktivitas digital mencurigakan. Mereka diarahkan untuk tidak memenuhi permintaan pelaku, menyimpan bukti percakapan, memblokir akun, dan meminta bantuan kepada orang dewasa atau pihak yang dipercaya.

La Here menilai keberanian melapor juga menjadi bagian penting dalam menghadapi ancaman kejahatan siber.

“Kami ingin memastikan seluruh warga sekolah, terutama siswa, tidak merasa takut atau bingung. Mereka harus tahu ke mana harus melapor secara aman jika melihat atau mengalami indikasi kejahatan siber ini,” ujarnya.

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh tim pengabdian yang terdiri dari La Here Kaharfin bersama tiga dosen, yakni Feni Mariana, Wira Pratama Rumambie, dan Siti Mayasari Pakaya.

Baca Juga :  Kunjungan Rusli Habibie, Meyke Camaru: Golkar Siap Kawal Program Pemkot Gorontalo

Kegiatan itu juga melibatkan dua mahasiswa, Ismail Husin dan Wahyu Tri Hidayat.

La Here berharap edukasi tersebut tidak berhenti pada pemahaman di dalam kelas, tetapi diterapkan siswa dalam aktivitas sehari-hari di internet.

“Kami berharap siswa-siswi SMK Negeri 2 Gorontalo tumbuh menjadi pelopor internet sehat yang cerdas, tidak mudah dimanipulasi, dan mampu menjaga ruang digital yang aman bagi diri sendiri serta teman sebaya mereka,” katanya.

Melalui sosialisasi tersebut, siswa diharapkan mampu mengenali interaksi digital yang berisiko, melindungi informasi pribadi, serta tidak ragu mencari bantuan ketika menghadapi ancaman di ruang digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *