Ketua Pejagindo Jasin Mohammad Jadi Pemateri Workshop IBSAP, Bawa Isu Bisnis Berkelanjutan dan Bicara Masa Depan Ekonomi Gorontalo

TABAYYUN.CO.ID, GORONTALO — Jasin Mohammad menjadi salah satu pemateri dalam workshop multipihak bertajuk “Keragaman Hayati dan Industri Berbasis Lahan: Familiarisasi IBSAP bagi Sektor Swasta di Gorontalo” yang digelar di Hotel Amaris Kota Gorontalo, Kamis (10/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Jasin Mohammad hadir mewakili Direksi PT Gorontalo Pangan Lestari. Workshop ini digelar sebagai bagian dari upaya meningkatkan kontribusi sektor swasta terhadap kelestarian keanekaragaman hayati sekaligus mendorong penerapan praktik bisnis berkelanjutan di Provinsi Gorontalo.

Kegiatan yang diinisiasi melalui Proyek Symbiotic tersebut memperkenalkan Indonesia Biodiversity Strategy and Action Plan (IBSAP) kepada pelaku usaha, khususnya perusahaan yang bergerak pada sektor berbasis lahan.

Selain pengenalan IBSAP, kegiatan ini juga mendorong perusahaan untuk mulai mengintegrasikan aspek keanekaragaman hayati ke dalam kebijakan lingkungan dan tata kelola perusahaan melalui pendekatan ESG (Environmental, Social, and Governance).

Sebagai perusahaan yang bergerak dalam perdagangan besar komoditas jagung, PT Gorontalo Pangan Lestari memiliki keterkaitan langsung dengan sektor pertanian dan masyarakat petani di Gorontalo.

Baca Juga :  Demo Mahasiswa Disorot Hamim, Dorong Pembentukan DRP Pinogu

Perusahaan yang berdiri sejak 21 April 2015 tersebut memiliki visi menjadikan usaha perdagangan jagung sebagai komoditas nomor satu di Provinsi Gorontalo.

Sementara misinya adalah meningkatkan kesejahteraan petani jagung dengan berorientasi pada pertumbuhan ekonomi masyarakat Gorontalo.

Dalam paparannya, Jasin Mohammad yang juga Calon Ketua Umum Kadin Gorontalo menjelaskan bahwa, keberlanjutan usaha di sektor pangan tidak dapat dilepaskan dari keberlanjutan lingkungan dan kehidupan masyarakat yang berada di sekitar rantai usaha perusahaan.

“Bagi kami, keberlanjutan usaha perdagangan jagung harus berjalan seiring dengan keberlanjutan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan petani. Karena rantai usaha kami sangat berkaitan dengan lahan pertanian dan masyarakat,” kata Jasin, Juga Ketua Pejagindo Provinsi Gorontalo.

Ia mengatakan, penerapan prinsip ESG menjadi penting bagi perusahaan yang aktivitas bisnisnya memiliki keterkaitan langsung dengan pemanfaatan sumber daya alam dan lahan.

Baca Juga :  Sensus Ekonomi 2026 Digelar, Disparekrafpora Gorontalo Siap Dukung Pendataan BPS

Menurut Jasin, perusahaan perlu melihat aspek lingkungan bukan hanya sebagai kewajiban administratif, tetapi sebagai bagian dari strategi keberlanjutan bisnis.

“Perusahaan tidak cukup hanya mengejar pertumbuhan usaha. Ada tanggung jawab untuk memastikan kegiatan usaha tetap memperhatikan lingkungan, masyarakat, dan tata kelola yang baik,” ujar Jasin, Mantan Wakil Ketua Umum (WKU) Kadin Provinsi Gorontalo Bidang Perizinan, Investasi, dan Pengembangan Ekspor, Jasin Mohammad,

keikutsertaan Jasin Mohammad dalam Interactive Multi Stakeholder Workshop bertajuk “Familiarisasi Indonesia Biodiversity Strategy and Action Plan (IBSAP) untuk Sektor Swasta di Gorontalo”. Acara tersebut berlangsung di Hotel Amaris, Gorontalo, pada tanggal 10 September 2026

PT Gorontalo Pangan Lestari saat ini memiliki sejumlah fasilitas gudang yang tersebar di tiga wilayah di Gorontalo. Gudang di Desa Yosonegoro, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo memiliki kapasitas 22.000 ton.

Sementara gudang di Desa Putiana, Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara memiliki kapasitas 11.120 ton dan gudang di Desa Polohungo, Kecamatan Dulupi, Kabupaten Boalemo memiliki kapasitas 7.000 ton.

Dengan total kapasitas mencapai 40.120 ton, aktivitas perusahaan menjadi bagian dari rantai perdagangan dan pengelolaan komoditas jagung di Gorontalo.

Baca Juga :  Hakordia 2025: Kejati Gorontalo Tegaskan Penyelidikan Command Center Milik Pemprov Masih Berjalan

Jasin menegaskan, perusahaan juga telah memiliki sejumlah dokumen dan persetujuan terkait pengelolaan lingkungan, mulai dari rekomendasi UKL-UPL hingga persetujuan teknis pemenuhan baku mutu air limbah dan persetujuan teknis pembuangan emisi.

“Kami terus berupaya memenuhi ketentuan lingkungan yang berlaku. Ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan agar aktivitas usaha dapat berjalan secara berkelanjutan,” katanya.

Workshop tersebut diharapkan menjadi ruang dialog antara sektor swasta, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya dalam memahami pentingnya perlindungan keanekaragaman hayati.

Melalui kegiatan itu, pelaku usaha didorong tidak hanya memahami IBSAP, tetapi juga mulai mengidentifikasi peluang integrasi prinsip biodiversitas ke dalam kebijakan dan praktik operasional perusahaan.

Bagi PT Gorontalo Pangan Lestari, pembahasan tersebut dinilai relevan karena keberlangsungan bisnis jagung memiliki hubungan erat dengan kondisi lahan, lingkungan, serta kesejahteraan petani sebagai bagian penting dari rantai pasok perusahaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *