Tabayyun.co.id, GORONTALO- Fauzan Fadel Muhammad, membeberkan proses panjang yang membawanya terjun ke dunia usaha. Ia menegaskan, keputusan menjadi pengusaha bukanlah pilihan instan, melainkan hasil perjalanan sejak usia muda.
Ia mengungkapkan, fase penting dalam hidupnya terjadi pada 2017, ketika masih berada di persimpangan antara menjadi karyawan atau membangun usaha sendiri.
“Jadi pada saat itu saya memulai di tahun 2017. Saya tadinya mau berkarier profesional, ternyata kayaknya jadi pengusaha aja deh nih,” ujar Fauzan. Rabu 25/03/26.
Seiring berjalannya waktu, tekadnya untuk fokus di dunia usaha semakin kuat. Ia mengaku sempat menunda keinginan tersebut, namun akhirnya memilih jalan sebagai pengusaha.
“Saya pikir sudahlah, saya punya tekad untuk menjadi pengusaha, tidak bekerja di… sampai hari ini,” lanjutnya.
Pengalaman kerja sejak masa kuliah menjadi bekal penting dalam membentuk cara pandangnya. Fauzan mengisi waktu libur dengan bekerja di sejumlah perusahaan untuk memahami dunia industri secara langsung.
“Waktu masih kuliah itu, setiap lagi libur saya kerja. Saya sempat kerja di Panasonic, sempat kerja juga di perusahaan nasional,” tuturnya.
Fauzan juga Kader Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI),Ia pun mengaku mendapat banyak pelajaran dari perbedaan budaya kerja internasional yang ditemuinya selama bekerja.
“Saya sudah mengalami tuh kultur. Oh gini nih kerja sama orang Jepang, oh gini nih kerja sama orang Amerika. Beda-beda semua pemimpin itu,” ungkapnya.
Berbekal pengalaman tersebut, Fauzan menilai dirinya lebih siap menghadapi dinamika dunia usaha, baik dari sisi sistem kerja maupun pengelolaan sumber daya manusia.
Kini, namanya mulai mencuat di kalangan pelaku usaha di Gorontalo. Fauzan disebut sebagai salah satu kandidat calon Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Gorontalo, setelah aktif berkiprah dalam berbagai organisasi dunia usaha.














