Komisi II DPRD Gorontalo Tinjau Dapur MBG di Bone Bolango, Kendala Air Bersih Jadi Sorotan

Tabayyun.co.id, GORONTALO — Pimpinan dan anggota Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo melakukan kunjungan kerja ke Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kelurahan Tumbihe, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango, Rabu (21/1/2026).

Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan dapur yang akan menjadi pusat layanan pemenuhan gizi bagi satuan pendidikan dan kelompok rentan di wilayah sekitar. Dapur SPPG MBG tersebut dirancang melayani 12 sekolah tingkat TK, PAUD, dan SD.

Baca Juga :  Komisi I DPRD Gorontalo Dalami Dugaan Penjualan Lahan Warga ke Perusahaan

Total penerima manfaat diperkirakan mencapai 941 orang yang berasal dari Desa Pauwo, Tumbihe, dan Talango. Sasaran program tidak hanya peserta didik, tetapi juga mencakup guru, balita, serta ibu melahirkan.

Untuk kebutuhan bahan pangan, dapur SPPG MBG ini mendapat pasokan dari pihak yayasan yang telah ditunjuk sebagai penyedia. Skema tersebut diharapkan menjamin keberlanjutan distribusi bahan makanan saat dapur mulai beroperasi.

Baca Juga :  Berbeda dari Biasanya, Reses Indriani Dunda Diisi Pengajian dan Aspirasi Majelis Taklim

Namun, dalam kunjungan itu diketahui dapur belum dapat difungsikan. Meski seluruh persyaratan administrasi dinyatakan siap, masih terdapat kendala teknis yang menghambat operasional.

Ketersediaan air bersih menjadi persoalan utama yang belum terpenuhi. Kondisi ini dinilai krusial karena berkaitan langsung dengan standar kebersihan dan kelancaran proses pengolahan makanan.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Ridwan Monoarfa, menegaskan perlunya percepatan penanganan hambatan teknis tersebut agar dapur SPPG MBG dapat segera beroperasi dan melayani masyarakat sasaran.

Baca Juga :  Ketua Komisi III DPRD Gorontalo Sambut Wamenhan RI, Dorong Penguatan Nilai Bela Negara

Ia menyebut Program Makan Bergizi Gratis sebagai program strategis nasional yang membutuhkan dukungan lintas sektor, baik dari pemerintah daerah maupun pemangku kepentingan terkait, guna meningkatkan kualitas gizi anak dan kelompok rentan.

Sampai saat ini, waktu mulai operasional dapur SPPG MBG di Tumbihe masih menunggu penyelesaian kendala teknis, khususnya terkait pemenuhan air bersih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *