Komisi III DPRD Provinsi Desak Terminal Limboto Segera Beroperasi, Tak Perlu Tunggu 100 Persen Rampung

TABAYYUN.CO.ID, GORONTALO- Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo mendorong Pemerintah Provinsi Gorontalo segera mengoperasikan Terminal Tipe B Limboto, Kabupaten Gorontalo, meski pembangunan fasilitas tersebut belum sepenuhnya rampung.

Dorongan itu disampaikan Ketua Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo Espin Tulie setelah bersama pimpinan dan anggota Komisi III melakukan monitoring pembangunan terminal tersebut, Sabtu (8/8/2026).

Espin Tulie mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, progres pembangunan Terminal Limboto sudah mencapai lebih dari 75 persen. Sebagian besar pekerjaan di dalam bangunan telah selesai, sementara sejumlah pekerjaan masih harus dilakukan di bagian luar.

“Kalau dilihat dari segi bangunan dan penataan halaman, kurang lebih sudah di atas 75 persen. Bagian dalam sudah rampung, tinggal bagian luar yang masih perlu pembenahan,” kata Espin Tulie.
Menurut Espin, pemerintah tidak perlu menunggu seluruh pekerjaan selesai untuk mulai memanfaatkan terminal. Pengoperasian secara bertahap dinilai lebih baik daripada membiarkan bangunan yang sudah selesai tetapi tidak digunakan.

Baca Juga :  DPRD Provinsi Gorontalo Bertemu Rachmat Gobel, Usulkan Anggaran hingga Proyek Strategis

“Kami mendorong agar terminal ini bisa difungsikan sambil menunggu pekerjaan lanjutan. Jangan sampai kita menunggu rampung 100 persen, sementara kondisi fiskal daerah sangat terbatas,” ujarnya.

Espin menilai bangunan yang dibiarkan kosong berpotensi mengalami kerusakan. Ia mencontohkan sejumlah fasilitas, termasuk pintu kaca dengan sistem sensor, yang mulai mengalami kerusakan karena belum digunakan.
Selain mencegah kerusakan, pengoperasian terminal juga diharapkan dapat mulai memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kalau sudah difungsikan, kita bisa melihat langsung bagian mana yang perlu diperbaiki. Yang paling penting, terminal ini mulai berjalan dan bisa menghasilkan pendapatan bagi daerah,” kata Espin.

Baca Juga :  DPRD Provinsi Gorontalo Tetapkan Perubahan Jadwal Kerja Legislatif Tahun 2025–2026

Kabid Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo Nurhasyim Pakaya mengatakan, pekerjaan untuk tahun ini meliputi timbunan, pemasangan paving block, kanopi, dan sejumlah fasilitas pendukung.

Namun, masih terdapat pekerjaan lanjutan berupa pemasangan paving block, pembangunan jembatan penyeberangan, serta pagar terminal.
“Untuk pekerjaan lanjutan, termasuk jembatan penyeberangan dan pagar, anggarannya sudah diajukan untuk tahun 2027,” kata Nurhasyim.

Komisi III juga mendorong pembangunan jembatan penghubung antara Terminal Limboto dan kawasan Asmolin yang merupakan pusat UMKM.
Jembatan tersebut dinilai penting untuk memudahkan penumpang terminal mengakses kawasan UMKM tanpa harus memutar.

“Tujuannya agar penumpang dari terminal bisa langsung menuju kawasan UMKM untuk berbelanja. Jadi tidak perlu memutar,” jelas Espin.
Ditargetkan Beroperasi Akhir 2026

Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo akan membawa hasil monitoring tersebut dalam pembahasan bersama pemerintah daerah, termasuk melalui Badan Anggaran.
Espin berharap Terminal Tipe B Limboto dapat mulai beroperasi paling cepat akhir 2026 atau paling lambat awal 2027.

Baca Juga :  Belum Genap Setahun Jabat Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, H. Suyuti Salurkan Ratusan Paket Sembako untuk Warga Huidu

Selain itu komisi 3 meminta dinas perhubungan untuk berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/ kota untuk pengaturan trayek Angkutan, sehingga keberadaan Terminal Limboto dapat segera di fungsikan

“Ini akan kami dorong dalam pembahasan lebih lanjut bersama pemerintah. Walaupun belum 100 persen selesai, kami berharap operasionalnya sudah bisa dimulai,” ujar Espin.

Ia menegaskan, pengoperasian secara bertahap menjadi langkah penting agar fasilitas yang telah dibangun tidak terbengkalai sekaligus mulai memberikan manfaat bagi masyarakat dan daerah.

“Kalau menunggu semuanya selesai, sementara kemampuan anggaran terbatas, tentu akan membutuhkan waktu. Lebih baik difungsikan secara bertahap sambil pekerjaan lanjutan diselesaikan,” pungkasnya.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *