TABAYYUN.CO.ID, GORONTALO – Kondisi sarana dan prasarana SMA Negeri 1 Pulubala, Kabupaten Gorontalo, menjadi sorotan Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo saat melakukan kunjungan kerja untuk memantau kondisi sekolah, Jumat (16/10/2026).
Dalam peninjauan tersebut, rombongan DPRD menemukan sejumlah fasilitas pendidikan yang membutuhkan perbaikan. Beberapa ruang belajar dilaporkan mengalami kerusakan, bahkan plafon salah satu ruangan sempat ambruk sehingga memunculkan kekhawatiran terhadap keamanan dan kenyamanan siswa.
Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Anas Jusuf, mengatakan sekolah tersebut membutuhkan dukungan anggaran pemerintah untuk memperbaiki bangunan sekaligus memenuhi fasilitas penunjang pembelajaran.
“Memang SMA ini membutuhkan dukungan anggaran dari pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi. Ada beberapa bangunan yang sudah tidak layak, fasilitas plafon yang rusak, komputer yang masih sangat terbatas, bahkan kebutuhan air bersih juga menjadi persoalan,” ungkap Anas Jusuf.
Kebutuhan 40 Komputer, Sekolah Baru Memiliki 9 Unit
Selain kerusakan bangunan, keterbatasan perangkat teknologi menjadi persoalan lain yang ditemukan dalam kunjungan tersebut.
SMA Negeri 1 Pulubala membutuhkan sekitar 40 unit komputer untuk menunjang kegiatan pembelajaran dan pelaksanaan ujian. Namun, sekolah saat ini baru memiliki sembilan unit.
Kondisi itu membuat penggunaan komputer harus dilakukan secara bergantian. Keterbatasan perangkat juga menjadi tantangan bagi sekolah dalam mendukung pembelajaran berbasis teknologi dan pelaksanaan ujian yang memerlukan komputer.
Persoalan air bersih turut menjadi perhatian. Ketersediaan air merupakan kebutuhan dasar untuk menunjang kebersihan, kesehatan, dan kenyamanan siswa maupun tenaga pendidik selama beraktivitas di sekolah.
Menurut Anas, pemerintah perlu melihat kebutuhan tersebut secara menyeluruh, mulai dari rehabilitasi bangunan hingga pemenuhan fasilitas dasar dan perangkat pembelajaran.
“Kami menitipkan pesan kepada pemerintah provinsi agar benar-benar melihat dan memperhatikan kondisi sekolah ini. Kami berharap dapat dialokasikan anggaran, sesuai kemampuan keuangan daerah, untuk membantu pembangunan fisik, perbaikan fasilitas, termasuk pengadaan komputer,” tegasnya.
Ia menilai fasilitas pendidikan yang memadai merupakan salah satu faktor penting untuk menciptakan proses belajar mengajar yang aman dan berkualitas.
Sekolah Berharap Dukungan Anggaran
Di sisi lain, pihak SMA Negeri 1 Pulubala menyampaikan bahwa keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala dalam memperbaiki sarana dan prasarana sekolah.
Sejumlah ruangan membutuhkan biaya rehabilitasi yang cukup besar sehingga penanganannya tidak dapat sepenuhnya mengandalkan kemampuan keuangan sekolah. Karena itu, dukungan pemerintah dibutuhkan agar perbaikan dapat dilakukan melalui mekanisme penganggaran sesuai ketentuan.
Kunjungan Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk mendorong tindak lanjut dari pemerintah terkait.
Kebutuhan rehabilitasi ruang belajar, pengadaan komputer, dan penyediaan air bersih menjadi sejumlah persoalan yang perlu ditangani agar siswa dan tenaga pendidik dapat menjalankan kegiatan pendidikan dalam lingkungan yang lebih layak.
Meski demikian, realisasi perbaikan dan pengadaan fasilitas tersebut tetap bergantung pada hasil evaluasi kebutuhan, perencanaan teknis, serta ketersediaan anggaran pemerintah.












