Lapangan Dinilai Jadi Arena Bisnis, Warga Tapa Desak Hoya-Hoya Angkat Kaki dari IPPOT

Tabayyun.co.id,TAPA,BONE BOLANGO -Keberadaan wahana hiburan malam “Hoya-Hoya” di kawasan IPPOT, Kecamatan Tapa, menuai gelombang penolakan dari masyarakat. Ruang publik yang sejatinya diperuntukkan sebagai sarana olahraga dan interaksi sosial, kini dinilai telah bergeser fungsi menjadi area komersial yang memicu keresahan.

IPPOT selama ini dikenal sebagai pusat aktivitas masyarakat—mulai dari olahraga hingga ruang berkumpul warga. Namun, kondisi tersebut berubah sejak hadirnya pasar malam yang menghadirkan kebisingan, kepadatan, hingga dugaan potensi gangguan ketertiban umum.

Tokoh masyarakat Tapa, Ridwan Kasim, secara tegas menyatakan penolakan atas aktivitas tersebut. Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak pernah dilibatkan ataupun memberikan persetujuan atas penggunaan kawasan IPPOT untuk kegiatan Hoya-Hoya.

Baca Juga :  PT Gorontalo Minerals Gelar Ramadhan Untuk Negeri, Anak Yatim Bone Raya Terima Santunan

“Ini bukan hanya soal hiburan, tapi soal fungsi ruang publik yang telah disalahgunakan. Masyarakat tidak pernah dimintai persetujuan,” tegas Ridwan.

Ia juga mengungkap adanya tekanan yang muncul setelah dirinya menyuarakan penolakan. Sejumlah komunikasi yang beredar disebut mengindikasikan adanya upaya intervensi terhadap warga agar tidak menyampaikan keberatan secara terbuka.

Kondisi ini memicu kekhawatiran akan ruang demokrasi di tingkat lokal, di mana warga merasa tidak leluasa menyampaikan aspirasi.

Sementara itu, Syawal Hamjati turut melontarkan kritik keras. Ia menilai keberadaan Hoya-Hoya bukan sekadar persoalan aktivitas ekonomi, melainkan telah menyentuh aspek sosial, budaya, dan ketertiban masyarakat.

Baca Juga :  Pantai Oluhuta Diselimuti Bendera Raksasa, Simbol 80 Tahun Kemerdekaan

“Ini bukan sekadar pasar malam. Ini bentuk penyimpangan fungsi ruang publik yang berdampak luas. Fasilitas olahraga rusak, ketertiban terganggu, dan potensi konflik sosial semakin terbuka,” ujar Syawal.

Ia juga menegaskan bahwa masyarakat tidak akan tinggal diam jika aktivitas tersebut terus berlanjut tanpa solusi yang jelas.

“Jika tidak segera dihentikan, masyarakat akan mengambil langkah. Bahkan kami siap mendorong tindakan tegas sesuai ketentuan hukum. Ini bukan ancaman, tapi sikap,” tambahnya.

Sejumlah dampak yang disoroti masyarakat antara lain:

Baca Juga :  Aldi Andalan Uloli: Dinamika Coffee Strategis dan Nyaman, Cocok untuk Nongkrong dan Bertukar Ide

Kerusakan fasilitas olahraga akibat penggunaan di luar peruntukan

Kebisingan dan aktivitas hingga larut malam yang mengganggu warga

Meningkatnya potensi konflik sosial akibat perbedaan sikap masyarakat

Menurunnya nilai fungsi ruang publik sebagai simbol kebersamaan
Situasi ini menempatkan pemerintah dan pihak berwenang dalam sorotan. Masyarakat menilai diperlukan langkah tegas untuk mengembalikan fungsi IPPOT sebagaimana mestinya.

Hingga kini, warga masih menunggu respons resmi dari pemerintah. Bagi mereka, sikap diam bukanlah solusi.

“Kalau dibiarkan, ini bukan hanya soal IPPOT, tapi soal masa depan ruang publik di Tapa,” tutup salah satu warga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *