Lupa Lirik hingga Pendukung Bawa Baliho, Lomba Vokalia Lurah Bikin Wali Kota Adhan Tertawa

TABAYYUN.CO.ID, KOTA GORONTALO — Lomba vokalia antar-lurah dan kepala puskesmas se-Kota Gorontalo dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI berlangsung penuh warna.

Alih-alih menjadi ajang adu suara, perlombaan yang digelar di halaman Rumah Dinas Wali Kota Gorontalo itu justru berubah menjadi panggung hiburan bagi warga.

Sejumlah peserta yang sehari-hari menjalankan tugas pemerintahan tampil di hadapan masyarakat dengan membawakan lagu pilihan masing-masing.

Karena bukan penyanyi profesional, beberapa penampilan peserta berlangsung di luar dugaan. Ada peserta yang sempat lupa lirik hingga kurang tepat membawakan lagu.

Momen-momen tersebut justru mengundang gelak tawa penonton. Suasana perlombaan pun menjadi semakin cair dan jauh dari kesan kompetisi yang kaku.

Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea yang menginisiasi kegiatan tersebut juga tampak menikmati suasana. Beberapa kali tawa Adhan pecah saat menyaksikan aksi para peserta dan tingkah para pendukung.

Baca Juga :  Belum Diterima Warga, Diduga Lurah Molosipat U Tilep Dana Zakat Fitrah Rp27,8 Juta: ZD Buka Suara

Dalam sambutannya, Adhan mengatakan lomba tersebut memang tidak dirancang untuk mencari peserta dengan kualitas vokal terbaik.

“Saya ucapkan terima kasih kepada para Lurah dan kepala Puskes yang mau ikut memeriahkan HUT RI dengan menjadi peserta dalam lomba ini,” katanya.

Ia menyadari para lurah dan kepala puskesmas yang mengikuti lomba bukanlah penyanyi profesional.

“Saya tahu semua Lurah bukan penyanyi profesional jadi inti kegiatan ini bukan tentang siapa yang paling bagus suaranya tapi tentang kebersamaan,” lanjut Wali Kota Adhan.

Menurut Adhan, keberanian para peserta untuk tampil di depan masyarakat merupakan bagian penting dari semangat perayaan kemerdekaan.

Baca Juga :  Suara ASA: Mahasiswa KKN UGM Ajak Warga Kelurahan Tenda Pilah Sampah dari Rumah

Kemunculan para pendukung menjadi salah satu bagian yang membuat lomba semakin meriah.

Warga yang datang memberikan dukungan kepada lurah masing-masing tidak hanya mengandalkan sorakan dan tepuk tangan.

Sejumlah pendukung bahkan membawa atribut khusus, termasuk baliho berisi foto dan tulisan dukungan kepada lurah yang mereka jagokan.

Sorak-sorai warga terdengar setiap kali peserta tampil di atas panggung. Dukungan tersebut membuat para peserta seolah tampil dalam sebuah pertunjukan besar.

Suasana semakin menarik ketika kesalahan kecil saat bernyanyi justru disambut tawa dan dukungan dari penonton.

Bagi para peserta, momen tersebut menjadi kesempatan untuk keluar sejenak dari rutinitas pelayanan pemerintahan dan berbaur bersama masyarakat.

Baca Juga :  Open House dan Arisan Keluarga, Sulyanto Pateda Pererat Kebersamaan Di Hari Lebaran

Adhan pun ikut larut dalam suasana. Orang nomor satu di Kota Gorontalo itu beberapa kali terlihat tertawa lepas menyaksikan penampilan peserta.

Lupa lirik, salah menyanyikan bagian lagu, hingga aksi para pendukung menjadi hiburan tersendiri dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa perayaan kemerdekaan tidak selalu harus berlangsung melalui kegiatan seremonial.

Lomba vokalia menjadi ruang bagi aparatur pemerintah dan masyarakat untuk berinteraksi dalam suasana santai dan penuh keakraban.

Bagi Pemerintah Kota Gorontalo, semangat kebersamaan menjadi pesan utama di balik lomba tersebut.

Bukan sekadar menentukan siapa yang memiliki suara terbaik, kegiatan itu diarahkan untuk membangun suasana kebersamaan sekaligus memeriahkan momentum kemerdekaan bersama masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *