“Masuk Napi, Keluar Santri!” Ustadz Derry Sulaiman Apresiasi Pembinaan Lapas Gorontalo

TABAYYUN.CO.ID, GORONTALO – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Gorontalo mendapat apresiasi dari Ustadz Derry Sulaiman atas upaya pembinaan spiritual yang diberikan kepada warga binaan. Program keagamaan di dalam lapas dinilai dapat menjadi bekal perubahan diri sebelum mereka kembali ke tengah masyarakat.

Apresiasi tersebut disampaikan Derry Sulaiman saat memberikan ceramah agama di Masjid At-Taubah Lapas Gorontalo, Ahad (18/10/2026).

Kegiatan itu dihadiri Kepala Lapas Gorontalo Junaidi Rison bersama jajaran, Ketua Dharma Wanita, serta warga binaan.

Dalam ceramahnya, Derry menekankan bahwa lembaga pemasyarakatan tidak semata-mata menjadi tempat menjalani hukuman. Lebih dari itu, lapas juga dapat menjadi ruang untuk memperbaiki akhlak, memperdalam pengetahuan agama, dan membangun kehidupan yang lebih baik.

Baca Juga :  Upacara HUT ke-80 RI di Kantor PKS Gorontalo Berlangsung Khidmat

Ia mengaku terkesan dengan pembinaan yang membuka kesempatan bagi warga binaan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, mempelajari Al-Qur’an, hingga mengembangkan kemampuan menjadi penghafal Al-Qur’an dan pendakwah.

“Masuk napi, keluar santri. Masuk terdakwa, keluar pendakwah. Ini luar biasa, ajib!” ungkap Ustadz Derry Sulaiman saat menyampaikan apresiasinya terhadap pola pembinaan tersebut.

Menurut Derry, pendekatan pembinaan berbasis pesantren di lingkungan lapas merupakan langkah positif yang patut dikembangkan. Program tersebut juga dinilai berpotensi menjadi inspirasi bagi lembaga pemasyarakatan lain di Indonesia.

Baca Juga :  Selaras dengan Gusnar, Idah Syahidah Siap Sukseskan Temu Jurnalis Gorontalo

Ia berharap kegiatan keagamaan dapat menjangkau lebih banyak warga binaan Muslim agar mereka memiliki kesempatan memperkuat keimanan, memperbaiki akhlak, dan memahami ajaran agama secara lebih mendalam.

“Lapas tidak lagi dipandang sekadar tempat menjalani hukuman, melainkan ruang pembinaan moral yang mampu melahirkan generasi baru beriman dan bermanfaat bagi masyarakat,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Lapas Gorontalo Junaidi Rison menyambut positif kehadiran Ustadz Derry Sulaiman. Menurutnya, kegiatan ceramah agama menjadi salah satu bagian penting dalam memperkuat pembinaan kepribadian warga binaan.

Ia berharap kehadiran tokoh agama dapat memberikan motivasi, menumbuhkan kesadaran untuk bertobat, serta mendorong warga binaan memanfaatkan masa pidana dengan berbagai kegiatan yang positif.

Baca Juga :  Ramadhan di Gorontalo: Bukber Waria Berbusana Gamis Picu Sorotan Publik

Junaidi menegaskan, pembinaan di Lapas Gorontalo tidak hanya diarahkan pada perubahan perilaku, tetapi juga pada penguatan mental dan spiritual.

“Dengan bekal ilmu agama, akhlak, serta keterampilan yang diperoleh selama menjalani masa pidana, warga binaan diharapkan mampu kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik, mandiri, dan bermanfaat,” pungkasnya.

Melalui pembinaan tersebut, Lapas Gorontalo berharap warga binaan dapat menjalani proses perubahan secara berkelanjutan sehingga lebih siap berintegrasi kembali dengan masyarakat setelah menyelesaikan masa pidana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *