Tabayyun.co.id, GORONTALO — Peluncuran desain medali Gorontalo Half Marathon (GHM) 2025 memicu respons tak terduga dari publik. Alih-alih menuai apresiasi, sorotan warganet justru tertuju pada pencantuman nama Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, yang tercetak di bagian belakang medali finisher.
Dalam unggahan resmi panitia, desain medali untuk kategori 21K, 10K, dan 5K ditampilkan secara lengkap. Bagian depan memperlihatkan elemen lomba seperti logo dan tulisan “Finisher”. Namun pada sisi sebaliknya muncul nama gubernur, dan hal ini langsung memantik kritik dari sejumlah peserta.
Akun Instagram @alpian_biga menjadi salah satu yang paling keras menolak. “Ini medali torang ada beli, kenapa tulis nama Gusnar. Torang ada bayar ini medali dengan jersey, masa ngoni tulis Gusnar pe nama. Kalau event gratis boleh jo,” tulisnya.
Nada serupa disampaikan akun @shelladomu. “Torang yang lalah da lari, mar orang laeng pe nama di medali,” ujarnya.
Masukan lain yang lebih lunak datang dari akun @akagami_d_fardy. “Keren, tapi bagusnya nama ‘Gusnar Ismail’ di belakang medali dihilangkan, min.”
Sejumlah peserta menilai medali finisher merupakan bentuk apresiasi personal terhadap pencapaian pelari. Karena itu, kain atau medali dianggap tidak tepat menjadi ruang mencantumkan nama tokoh tertentu. Kekhawatiran muncul bahwa desain tersebut dapat menimbulkan kesan politis.

Kritik juga mengarah pada proses penyampaian desain. Publik menilai panitia tidak transparan karena baru memperlihatkan desain akhir setelah medali dicetak. Dibandingkan beberapa event sebelumnya, desain telah dipublikasikan lebih awal untuk menerima masukan peserta.
Menjawab polemik tersebut, Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui panitia GHM 2025 memberikan klarifikasi. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Gorontalo yang juga Ketua Panitia, Danial Ibrahim, menjelaskan bahwa kehadiran nama gubernur merupakan bagian dari standar yang sudah lama diterapkan pada event resmi pemerintah.
“Ini bukan personal branding. Pencantuman nama Gubernur adalah bagian dari filosofi desain medali dalam setiap event resmi pemerintah,” tegas Danial dalam keterangan pers, Selasa (18/11/2025).
Danial menambahkan, pencantuman nama kepala daerah berfungsi sebagai identitas penyelenggara sekaligus bentuk penghormatan terhadap pimpinan daerah. GHM 2025 sendiri merupakan agenda peringatan Hari Ulang Tahun Provinsi Gorontalo ke-25.
Ia juga memaparkan bahwa medali tahun ini mengusung kualitas premium, berbahan Zinc Alloy dengan bobot 200 gram, finishing warna emas, serta dilengkapi motif lokal dan siluet hiu paus sebagai ikon daerah. Material tersebut diklaim setara dengan medali marathon tingkat internasional.
Menurut Danial, seluruh masukan publik akan dicatat sebagai evaluasi untuk pelaksanaan tahun berikutnya. Produksi medali telah rampung dan akan dibagikan kepada pelari pada 7 Desember 2025.
“Kami ingin setiap pelari merasa bangga. Medali ini bukan hanya simbol finish, tetapi juga simbol kebanggaan Gorontalo,” ujar Danial.












