Nasi Kabuli Hadir di Festival Mooncake Gorontalo, Potret Kuliner Lintas Budaya

TABAYYUN.CO.ID, KOTA GORONTALO — Festival Mooncake 2026 di Kota Gorontalo menghadirkan pemandangan kuliner yang menarik.

Di tengah perayaan tradisi masyarakat Tionghoa, pengunjung justru dapat menemukan sajian khas Timur Tengah, yakni Nasi Kabuli.

Nasi Kabuli hadir melalui lapak pelaku UMKM yang berjejer di sepanjang jalan depan Klenteng Tulus Harapan Kita, Kota Gorontalo, lokasi pelaksanaan Festival Mooncake.

Kehadiran kuliner tersebut membuat festival tidak hanya dipenuhi sajian khas Tionghoa. Beragam makanan dari latar budaya berbeda turut meramaikan kegiatan yang digelar Jumat (25/9/2026).

Fenomena itu memperlihatkan bagaimana Festival Mooncake berkembang menjadi ruang pertemuan berbagai kelompok masyarakat melalui budaya dan aktivitas ekonomi.

Baca Juga :  Canangkan Bulan Wawasan Kebangsaan 2026, Wali Kota Adhan Serukan Penguatan Semangat Nasionalisme

Wakil Wali Kota Gorontalo Indra Gobel mengatakan keberagaman yang hadir dalam festival menjadi bagian dari semangat kebersamaan masyarakat Kota Gorontalo.

Saat membuka Festival Mooncake 2026, Indra menilai tradisi tersebut kini tidak hanya menjadi perayaan budaya satu komunitas, tetapi juga melibatkan masyarakat secara lebih luas.

“Perayaan Kue Bulan memiliki makna mendalam tentang kebersamaan dan keharmonisan. Di Kota Gorontalo, festival ini justru ikut melibatkan berbagai unsur masyarakat melalui aktivitas ekonomi dan kuliner,” ujar Wawali Indra.

Baca Juga :  Satlantas Polres Gorontalo Kota Ajak Warga Tertib Lewat Program “Polisi Menyapa”

Kehadiran Nasi Kabuli menjadi salah satu daya tarik tersendiri dalam festival tersebut.

Aroma rempah dan sajian khas Timur Tengah berpadu dengan suasana perayaan Kue Bulan yang berlangsung di kawasan Klenteng Tulus Harapan Kita.

Keberagaman menu yang ditawarkan juga memberikan ruang bagi pelaku UMKM lokal untuk memperkenalkan produk mereka kepada pengunjung.

Festival Mooncake akhirnya tidak hanya menjadi tempat menikmati tradisi dan kuliner masyarakat Tionghoa, tetapi juga menjadi ruang interaksi berbagai budaya.

Perpaduan tersebut terlihat dari keberadaan kuliner dengan latar tradisi berbeda dalam satu kegiatan yang sama.

Baca Juga :  Pembukaan Turnamen E-Sport Mobile Legends Polresta Gorontalo Kota Semarak Hari Bhayangkara Ke-80

Pemerintah Kota Gorontalo mendorong Festival Mooncake terus berkembang dan dilaksanakan secara rutin.

Menurut Indra, keberlanjutan festival penting untuk menjaga nilai sejarah sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat.

“Dan mudah-mudahan festival ini akan terus berkembang dan akan terus ramai karena festival ini memiliki nilai sejarah yang tidak boleh hilang,” pungkasnya.

Festival Mooncake 2026 pun menjadi salah satu ruang yang mempertemukan tradisi, kuliner, UMKM, dan masyarakat dari berbagai latar belakang di Kota Gorontalo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *