Tabayyun.co.id, GORONTALO — Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan BLU UPBU Bandara Djalaluddin Gorontalo memberlakukan potongan tarif tiket pesawat sebesar 13 hingga 14 persen bagi masyarakat selama masa angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Kebijakan tersebut disampaikan seiring pembukaan Posko Terpadu Nataru di Bandara Djalaluddin Gorontalo yang mulai beroperasi sejak Kamis (18/12/2025) hingga 5 Januari 2026. Posko ini difungsikan untuk memantau pergerakan penumpang serta memastikan kelancaran layanan penerbangan.
Kepala Bandara Djalaluddin Gorontalo, Joko Harjani, menjelaskan bahwa diskon tarif berlaku untuk sejumlah rute utama, di antaranya Gorontalo–Jakarta dan Gorontalo–Ujung Pandang. Kebijakan ini merupakan bagian dari langkah pemerintah meringankan biaya perjalanan udara bagi masyarakat.
Selama periode Nataru, bandara memproyeksikan adanya peningkatan jumlah penumpang dibandingkan tahun sebelumnya.
Jika pada angkutan Nataru 2024–2025 kenaikan tercatat sekitar lima persen, tahun ini diperkirakan meningkat pada kisaran delapan hingga sepuluh persen, baik untuk penumpang datang maupun berangkat.
Meski demikian, hingga saat ini maskapai yang melayani rute Gorontalo, seperti Garuda Indonesia, Batik Air, dan Lion Air, belum mengajukan permintaan penerbangan tambahan. Operasional penerbangan masih berjalan sesuai jadwal harian.
Puncak arus keberangkatan penumpang diperkirakan terjadi pada 24 Desember 2025, sementara arus balik diprediksi berlangsung pada 4 Januari 2026. Untuk mengantisipasi lonjakan dan potensi gangguan keamanan, pengelola bandara juga menggelar latihan penanganan keadaan darurat penerbangan bersama Brimob Polda Gorontalo.
Selain pemantauan arus penumpang, Posko Terpadu juga melayani informasi jadwal penerbangan serta menerima pengaduan masyarakat, termasuk terkait harga tiket. Pada rangkaian kegiatan Nataru ini, pihak bandara turut menargetkan pengumpulan 100 kantong darah melalui kegiatan donor darah.









