Nuryanto Dorong Pertumbuhan Usaha, Jasa dan Perdagangan Jadi Tumpuan PAD Kota Gorontalo

TABAYYUN.CO.ID, KOTA GORONTALO – Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Gorontalo, Nuryanto, mendorong pertumbuhan usaha dari skala kecil hingga besar sebagai salah satu upaya memperkuat pendapatan asli daerah (PAD).

Menurut Nuryanto, pengembangan usaha menjadi penting karena Kota Gorontalo memiliki keterbatasan pada sejumlah sektor ekonomi, terutama pertambangan, pertanian, dan pariwisata.

Kondisi tersebut membuat sektor jasa dan perdagangan masih menjadi tumpuan utama dalam menggerakkan perekonomian sekaligus menopang pendapatan daerah.

Baca Juga :  Kendaraan Dinas Disalahgunakan, Wali Kota Gorontalo Siap Tarik dan Proses Hukum

“Kota Gorontalo ini tidak ada tambang. Sektor pertaniannya juga mulai berkurang. Sektor pariwisata apalagi, minim sekali. Hampir tidak ada. Jadi untuk memenuhi PAD, kita hanya bergantung pada sektor jasa dan perdagangan,” ujar Nuryanto saat menutup rangkaian kegiatan Barista Competition Manual Brew di Pyur Gorontalo, Rabu (21/10/2026).

Selain menekankan pentingnya pertumbuhan usaha, Nuryanto mengapresiasi konsistensi Gorontalo Unite dalam menyebarkan informasi positif tentang daerah.

Baca Juga :  Sukses UMKM Jilid III di Kota Tua Biawao Jadi Bukti Kolaborasi Polisi, LPM, dan Pemkot Gorontalo

Ia menilai, pemanfaatan media digital dapat menjadi sarana strategis untuk memperkenalkan potensi Kota Gorontalo kepada masyarakat luas, termasuk calon wisatawan dari luar daerah.

Informasi mengenai kebudayaan, kehidupan sosial, hingga destinasi wisata dinilai dapat meningkatkan daya tarik Gorontalo sebagai daerah tujuan kunjungan.

“Tentu informasi-informasi positif tentang Gorontalo ini secara tidak langsung akan mengundang minat para wisatawan untuk datang ke Gorontalo,” ujarnya.

Baca Juga :  Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea Soroti Minimnya Kontainer, Minta Pemprov Segera Bertindak

Nuryanto berharap, meningkatnya kunjungan wisatawan dapat memberikan efek berganda bagi perekonomian masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sektor perhotelan.

“Kehadiran para wisatawan ini kemudian akan memberikan dampak positif bagi sektor perhotelan dan UMKM, tentunya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *