Nuryanto Ingatkan OPD Kota Gorontalo: Jangan Habiskan Anggaran untuk Kegiatan Minim Manfaat

TABAYYUN.CO.ID, GORONTALO — Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kota Gorontalo, Nuryanto, meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) lebih selektif dalam menyusun program dan mengalokasikan anggaran.

Di tengah keterbatasan fiskal daerah, setiap belanja pemerintah harus memiliki tujuan terukur dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Nuryanto saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Kerangka Acuan Kerja (KAK) Perencanaan dan Penganggaran di Aula Inspektorat Kota Gorontalo, Kamis (8/10/2026).

Menurut Nuryanto, kemampuan fiskal yang terbatas mengharuskan pemerintah daerah menetapkan skala prioritas secara cermat. Perangkat daerah perlu memastikan anggaran yang diusulkan benar-benar mendukung target pembangunan dan menjawab kebutuhan masyarakat.

Baca Juga :  Aspirasi Beragam Warnai Reses Meyke Camaru, dari UMKM,Bencana Alam Hingga Pertambangan

“Kondisi fiskal yang terbatas menuntut setiap OPD mampu menentukan prioritas kegiatan secara tepat,” kata Nuryanto mengawali sambutannya.

Ia mengingatkan agar penyusunan anggaran tidak sekadar berorientasi pada terlaksananya kegiatan. Setiap program harus memiliki keterkaitan yang jelas dengan sasaran pembangunan, sehingga penggunaan anggaran tidak mengesampingkan kebutuhan masyarakat yang lebih mendesak.

“Jangan sampai kita membiayai kegiatan yang sebenarnya tidak memberikan kontribusi signifikan terhadap pencapaian sasaran pembangunan, sementara kebutuhan masyarakat yang lebih mendesak justru belum tertangani secara optimal,” lanjutnya.

Nuryanto juga menekankan bahwa setiap usulan belanja harus disertai argumentasi yang jelas, rasional, dan dapat diukur. Dengan begitu, alokasi anggaran dapat dipertanggungjawabkan berdasarkan tujuan serta hasil yang ingin dicapai.

Baca Juga :  Simpang Kantor Pos Gorontalo Dipenuhi Merah Putih, Adhan Dambea Bagikan 10.000 Bendera

Ia mendorong seluruh perangkat daerah membangun pola perencanaan yang berorientasi pada manfaat, bukan sekadar mengejar penyerapan anggaran.

Menurutnya, keberhasilan pengelolaan keuangan daerah tidak cukup dinilai dari besarnya anggaran yang telah dibelanjakan. Hal yang lebih penting ialah hasil pembangunan yang dihasilkan dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat.

“Setiap rupiah yang dianggarkan harus jelas untuk apa, menghasilkan apa, dan memberikan manfaat apa,” tutur Nuryanto.

Ia menilai, pendekatan tersebut diperlukan agar keterbatasan sumber daya daerah dapat dikelola secara optimal dan tidak terserap untuk kegiatan yang kurang mendesak atau tidak memberikan kontribusi berarti.

Baca Juga :  Warga Pertanyakan Sekolah Belum Tersentuh Program Makan Bergizi Gratis Saat Reses DPRD Indriani Dunda

“Setiap keputusan penganggaran harus mempertimbangkan kebutuhan masyarakat dan dampaknya terhadap pencapaian pembangunan,” pungkasnya.

Melalui kegiatan bimtek tersebut, Nuryanto berharap pemahaman aparatur mengenai penyusunan KAK, perencanaan, dan penganggaran semakin meningkat. Dengan perencanaan yang lebih matang, seluruh OPD diharapkan mampu menyusun kebutuhan belanja secara efektif, efisien, dan berorientasi pada hasil.

Langkah itu diharapkan turut memperkuat akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah sekaligus memastikan anggaran Kota Gorontalo memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *