Tabayyun.co.id, OLAHRAGA — Fenomena unik tengah terjadi di dunia sepak bola akar rumput Indonesia. Turnamen antar kampung atau liga tarkam yang dulunya identik dengan pemain lokal, kini ramai diikuti oleh pemain asing yang pernah berkiprah di level profesional.
Kehadiran mereka membawa nuansa baru di lapangan. Skill individu yang mumpuni, kecepatan, serta pengalaman di kompetisi tinggi membuat atmosfer tarkam terasa seperti laga resmi antar klub besar. Penonton pun semakin antusias menyaksikan pertandingan yang kini jauh lebih menarik.
Namun, di balik antusiasme itu muncul kekhawatiran baru. Banyak yang menilai maraknya pemain asing justru menggeser ruang bagi pemain lokal untuk berkembang. Sebaliknya, sebagian pihak berpendapat fenomena ini bisa menjadi pemicu semangat bagi pesepak bola daerah untuk meningkatkan kemampuan mereka.
Lebih mencengangkan lagi, honor yang diterima para pemain asing di ajang tarkam disebut jauh lebih tinggi dibanding gaji sebagian pemain Liga 1 Indonesia. Untuk satu kali turnamen, tarif mereka bisa mencapai Rp5 juta hingga Rp7 juta, bergantung pada lokasi dan tingkat kompetisi.
Sejumlah pegiat sepak bola di media sosial turut menyoroti fenomena ini. Mereka berharap, kehadiran pemain asing juga diimbangi dengan peningkatan kualitas kompetisi dan profesionalitas perangkat pertandingan.
“Mudahan mudahan kedatangan para bintang tarkam baik lokal maupun asing juga di barengi dengan peningkatan kualitas kompetisi dan juga ada peningkatan kualitas wasit kita,” tulis salah satu pengguna media sosial.
Komentar serupa datang dari akun lain yang menyebut pentingnya prioritas bagi pemain lokal.
“Kedepan nya piala bupati harus pemain lokal biar bisa cari bibit pemain muda potensial dari berbagai kecamatan2,” tulis seorang warganet.
Sementara akun lain menilai kehadiran pemain asing justru menambah daya tarik tersendiri.
“Ini semakin semangat buat nonton 👍👍👍 Sangat menarik bila Pemda Ketapang undang Timnas Indonesia buat laga penutup nanti,” tambahnya.
Apa pun pro dan kontranya, fenomena pemain asing di liga tarkam menandai transformasi besar sepak bola akar rumput. Dari yang dulu sekadar hiburan kampung, kini berubah menjadi panggung kompetisi bergengsi yang menarik perhatian publik dan media nasional.











