TABAYYUN.CO.ID, KOTA GORONTALO – Pemerintah Kota Gorontalo memastikan pembangunan infrastruktur tetap menjadi prioritas meski kebijakan efisiensi anggaran masih berlangsung dalam dua tahun terakhir.
Komitmen itu terlihat dari alokasi anggaran pembangunan infrastruktur di Kecamatan Kota Barat yang mencapai Rp3,69 miliar untuk tahun anggaran 2025 dan 2026.
Hal tersebut disampaikan Kepala Baperida Kota Gorontalo, Heru Zulkifli Thalib S.P., M.TP, dalam kegiatan Silaturahmi Pemerintah Kota Gorontalo dan Sosialisasi Urusan Pemerintahan, Pembangunan, dan Kemasyarakatan di Kelurahan Molosipat W, Kecamatan Kota Barat, Senin (27/7/2026).
Heru mengatakan pembangunan infrastruktur menjadi salah satu indikator penting untuk melihat sejauh mana kehadiran pemerintah dirasakan masyarakat.
Menurutnya, meski pemerintah menghadapi tekanan efisiensi anggaran, pembangunan tetap harus berjalan dan memberikan manfaat langsung kepada warga.
“Pembangunan infrastruktur merupakan penanda adanya geliat pembangunan yang nyata dari pemerintah untuk masyarakat,” ujar Heru.
Anggaran Rp2,29 Miliar pada 2025
Heru menjelaskan, pada tahun anggaran 2025 Pemkot Gorontalo mengalokasikan Rp2,29 miliar untuk 10 paket pembangunan di Kecamatan Kota Barat.
Anggaran tersebut digunakan untuk sejumlah kebutuhan, mulai dari sektor pendidikan hingga infrastruktur lingkungan dan fasilitas pemerintahan.
“Anggaran digunakan untuk rehabilitasi ruang perpustakaan SDN 12 Kota Barat, rehabilitasi sanitasi atau jamban di SDN 10 dan SDN 12 Kota Barat, rehabilitasi ruang kelas, penguatan tebing di Kelurahan Buliide dan Tenilo, peningkatan kualitas permukiman warga, penataan Lapangan Buliide, hingga rehabilitasi Kantor Kelurahan Buladu yang telah selesai dikerjakan,” ungkap Heru.
Selain anggaran pembangunan, Dana Kelurahan Molosipat W sebesar lebih dari Rp138 juta juga dimanfaatkan untuk pengadaan motor gerobak atau getor sampah.
Kendaraan tersebut telah beroperasi sejak 1 Januari 2026 untuk membantu pengangkutan sampah rumah tangga di wilayah tersebut.
Dana kelurahan juga dialokasikan untuk perbaikan drainase dengan nilai Rp61 juta.
Perbaikan saluran itu dilakukan pada lima titik dengan total panjang penanganan mencapai 1.410 meter.
Enam Program Berlanjut pada 2026
Pembangunan infrastruktur kembali dilanjutkan pada tahun anggaran 2026.
Pemkot Gorontalo mengalokasikan sekitar Rp1,4 miliar untuk enam kegiatan pembangunan di Kecamatan Kota Barat.
Sejumlah program yang masuk dalam alokasi tersebut antara lain rehabilitasi pagar SDN 12, SDN 14, dan TK Pembina.
Pemkot juga menyiapkan pembangunan tangki septik komunal senilai Rp500 juta di Kelurahan Buladu.
Fasilitas tersebut ditargetkan dapat dimanfaatkan sedikitnya 50 kepala keluarga atau 94 jiwa.
Sementara itu, rencana pembangunan bendung penahan atau check dam di Kelurahan Buliide masih dalam proses.
Saat ini, pembebasan lahan untuk proyek tersebut masih berada pada tahap penilaian oleh appraisal.
Selain pembangunan fisik, Pemkot Gorontalo juga menyiapkan program rehabilitasi taman bacaan masyarakat.
Program tersebut diarahkan untuk mendorong peningkatan literasi sekaligus kualitas sumber daya manusia, terutama generasi muda di Kecamatan Kota Barat.
“Pembangunan infrastruktur bukan sekadar proyek fisik semata, tetapi merupakan bentuk nyata pelayanan pemerintah yang harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat secara langsung,” pungkasnya.
Pemkot Gorontalo berharap rangkaian pembangunan tersebut dapat memperluas pemerataan infrastruktur di Kecamatan Kota Barat.
Program itu juga diharapkan berdampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat serta memperkuat pelayanan publik hingga tingkat kelurahan dan kecamatan.












