Pemkot Gorontalo Perkuat Penanganan Kesehatan Jiwa, Nuryanto Tekankan Kolaborasi Lintas Sektor

TABAYYUN.CO.ID, GORONTALO — Pemerintah Kota Gorontalo mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan penanganan kesehatan jiwa masyarakat. Upaya ini dinilai penting agar orang yang mengalami masalah kejiwaan maupun gangguan jiwa dapat memperoleh pelayanan dan dukungan yang dibutuhkan.

Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kota Gorontalo, Nuryanto, menyampaikan hal tersebut saat membuka Rapat Koordinasi Lintas Sektor Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM) Tingkat Kota Gorontalo Tahun 2026 di Grand Q Hotel, Kamis (8/10/2026).

Dalam sambutannya, Nuryanto menegaskan bahwa persoalan kesehatan jiwa tidak dapat diserahkan sepenuhnya kepada Dinas Kesehatan. Dukungan keluarga, masyarakat, pemerintah, serta berbagai pemangku kepentingan diperlukan agar penanganannya berjalan lebih menyeluruh.

Baca Juga :  Patroli KRYD, Polsek Kota Utara Sita 291 Botol Miras dan Amankan 4 Penjual

“Persoalan kesehatan jiwa masih menjadi perhatian yang perlu ditangani bersama. Bukan hanya soal pelayanan kesehatan, tetapi juga bagaimana masyarakat dan keluarga memberikan dukungan kepada orang yang mengalami masalah kejiwaan,” kata Pj Sekda Nuryanto.

Ia mengungkapkan, stigma di lingkungan masyarakat masih menjadi salah satu kendala dalam penanganan kesehatan jiwa. Dalam sejumlah kasus, keluarga memilih menyembunyikan anggota keluarganya yang mengalami gangguan jiwa karena khawatir terhadap pandangan lingkungan sekitar.

Menurut Nuryanto, kondisi tersebut berpotensi membatasi akses orang dengan masalah kejiwaan (ODMK) dan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) terhadap layanan kesehatan.

Baca Juga :  GOR Nani Wartabone dan Stadion Merdeka Berpeluang Dapat Banpres, Pemkot Siapkan DED

“Masih terdapat stigma bahwa keluarga menyembunyikan keberadaan anggota keluarga yang menderita gangguan jiwa. Hal ini menyebabkan terbatasnya akses ODMK dan ODGJ terhadap layanan kesehatan,” katanya.

Nuryanto menekankan bahwa penanganan kesehatan jiwa perlu dimulai dari lingkungan keluarga. Pola asuh, komunikasi yang baik, serta lingkungan yang mendukung menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan mental seseorang.

Selain penanganan medis, upaya kesehatan jiwa juga perlu mencakup pencegahan, pelayanan bagi masyarakat yang mengalami gangguan jiwa, hingga proses pemulihan. Dengan demikian, mereka diharapkan dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dan berinteraksi dengan lingkungan sosial.

“Upaya kesehatan jiwa ini harus dilaksanakan secara terintegrasi, komprehensif dan berkesinambungan,” ujarnya.

Baca Juga :  Parkir Berlangganan Jawaban Penataan Parkir Kota, Totok Bachtiar Apresiasi Gebrakan Wali Kota Adhan

Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya koordinasi berkelanjutan antara pemerintah, masyarakat, dan para pemangku kepentingan. Kerja sama tersebut diperlukan agar penanganan kesehatan jiwa di lapangan dapat berjalan lebih terarah dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Pada akhir sambutannya, Nuryanto menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan kegiatan TPKJM, termasuk unsur TNI dan Polri serta Dinas Kesehatan Kota Gorontalo.

Melalui rapat koordinasi tersebut, Pemerintah Kota Gorontalo berharap sinergi lintas sektor semakin kuat sehingga pelayanan kesehatan jiwa dapat diberikan secara lebih optimal, sekaligus mengurangi stigma terhadap masyarakat yang mengalami masalah kejiwaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *