Permintaan Pangan Sulut Melonjak, DPRD Provinsi Gorontalo: Suplai Luar Daerah Boleh, Asal Stok Lokal Aman

TABAYYUN.CO.ID, GORONTALO— Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) 1 Kota Gorontalo memantau langsung kesiapan ketersediaan bahan pokok masyarakat di Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Gorontalo pada masa reses persidangan pertama tahun 2026–2027.

Langkah pengawasan ini dilakukan guna menjamin kelancaran pasokan serta mengantisipasi lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang momentum perayaan akhir tahun.

Peninjauan lapangan tersebut diikuti oleh sejajaran legislator Provinsi Gorontalo Dapil Kota Gorontalo, meliputi Meyke Camaru, dr. Sri Darsianti Tuna, Indriani Dunda, Erwin Ismail, Ekhwan Ahmad, serta Hamza Muslimin.

Baca Juga :  Rektor UNG Paparkan Kinerja 2025, Prestasi Mahasiswa Tembus Level Internasional

Rombongan disambut oleh jajaran pimpinan Dinas Ketahanan Pangan.

Berdasarkan paparan resmi pihak dinas, ketersediaan logistik pangan di wilayah Gorontalo dipastikan mencukupi hingga pengujung tahun.

Walau demikian, pergerakan kenaikan harga sejumlah komoditas mulai terlihat akibat tingginya konsumsi musiman jelang hari raya keagamaan, ditambah hambatan distribusi logistik akibat kendala bahan bakar.

Di sisi lain, produksi hasil pertanian hortikultura di Gorontalo justru mengalami surplus. Ketersediaan hasil panen yang melimpah ini dimanfaatkan untuk menyuplai tingginya permintaan bahan makanan dari daerah tetangga, terutama Provinsi Sulawesi Utara, yang meningkat pesat menjelang Natal dan Tahun Baru.

Baca Juga :  Grib Jaya Gorontalo Tegaskan Status Rival Kidamu yang Sudah Nonaktif Sejak 21 Oktober 2025

“Kami dari Dapil Kota melaksanakan reses hari kedua dengan mengunjungi Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura untuk memastikan ketersediaan stok pangan menjelang akhir tahun. Menurut penjelasan Kepala Dinas, stok pangan kita Insya Allah aman sampai akhir tahun,” ujar Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Erwin Ismail. Selasa,03/11/26.

“Memang ada sedikit pergeseran harga di lapangan terkait inflasi yang cenderung agak tinggi. Berdasarkan deteksi dini dinas, selain karena faktor tren musiman jelang hari besar keagamaan, kenaikan harga juga dipengaruhi kendala di bidang distribusi bahan bakar yang mempengaruhi rantai pasok,” jelasnya.

Baca Juga :  Sepuluh Tahun Peringatan 17 Agustus di Perempatan Drum Ipilo, Partisipasi Warga Kian Meningkat Hingga Pesan Anti korupsi Menggema

“Prinsipnya stok kita aman. Untuk beberapa produk hortikultura yang mengalami overproduksi, ada permintaan cukup signifikan dari daerah tetangga seperti Sulawesi Utara jelang Natal dan Tahun Baru. Kami sudah menyampaikan ke Pak Kadis agar pasar internal tetap dijaga ketat sehingga stok daerah aman, sementara untuk kebutuhan bisnis dan suplai ke daerah lain tetap bisa berjalan sebagaimana mestinya,” pungkas Erwin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *