Tabayyun.co.id, GORONTALO — Polemik seputar Gorontalo Half Marathon (GHM) 2025 kembali mencuat setelah publik menyoroti desain medali resmi yang dirilis panitia. Kritik terutama tertuju pada pencantuman nama Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, di sisi belakang medali finisher.
Sejumlah peserta menilai langkah tersebut berpotensi menyeret kegiatan olahraga ini ke ranah politik. Salah satu peserta yang ikut angkat suara menyampaikan keberatan setelah melihat unggahan panitia di Instagram resmi @gorontalohalfmarathion2025.
Ia menuturkan bahwa permasalahan seputar penyelenggaraan GHM sudah muncul sejak awal, mulai dari dugaan penggunaan logo yang dinilai bermasalah hingga keberadaan nama gubernur pada medali finisher.
“Belum lagi, warna tali di medali GFM yaitu warna biru. Seharusnya warna ungu bukan biru. Jangan sampai event GFM ini dipolitisasi, Setahu Saya warna Gorontalo itu di identik dengan ungu,” jelasnya, Rabu (19/11/25).
Polemik soal nama gubernur kembali menguat setelah panitia menyatakan bahwa pencantuman tersebut merupakan bagian dari identitas resmi penyelenggara. Namun peserta yang sama merespons dengan nada satir.
“Ketua panitia ini lagi mode koprol,” ucapnya.
“Kalau bicara identitas penyelenggara, Logo GFM sudah jelas dan Logo pemerintah Provinsi juga ada di medali, tidak perlu lagi nama Gubernur mo dicantumkan,” katanya.
Ia juga menilai panitia kurang terbuka kepada publik terkait elemen penting event, mulai dari desain logo, medali, hingga jersey yang akan digunakan.
“Lebih lucu lagi jika hari H event GFM, diduga juga akan ada bendera partai,” ucapnya.
Sementara itu, di akun Instagram resmi @gorontalohalfmarathon2025, sejumlah calon peserta mempertanyakan keterlambatan publikasi race pack.
“Sampe skrng ini jersey blm t upload?” tanya akun he_yu92.
“Nanti mo upload jerey pas event,” jawab akun sriwahyuni11140.
“Tako akan ini jersey olo ada foto lo Gub,” tambah akun he_yu92.
Adapun jadwal pengambilan race pack sebelumnya telah diumumkan. Untuk kategori 5K dijadwalkan pada 4 Desember, sementara kategori 10K dan 21K berlangsung pada 5 Desember di Taruna Kota Gorontalo.









