Potensi Pertanian Besar, Mengapa SMK PPN Telaga Justru Sepi Peminat?

TABAYYUN.CO.ID, GORONTALO — Potensi pertanian Gorontalo yang besar belum sepenuhnya berbanding lurus dengan minat generasi muda menekuni pendidikan vokasi pertanian.

Kondisi itu terlihat di SMK PPN Telaga. Sekolah yang mengembangkan pembelajaran berbasis praktik tersebut saat ini hanya memiliki sekitar 40 peserta didik.

Persoalan minimnya jumlah siswa menjadi perhatian Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo saat melakukan kunjungan ke SMK PPN Telaga, Selasa (1/9/2026).

Rombongan dipimpin Ketua Komisi IV Moh. Ikbal Al Idrus. Turut mendampingi Sekretaris Komisi IV Hamzah Muslimin serta anggota Manaf Hamzah, Gustam Ismail dan dr. Darsianti Tuna.

Kunjungan tersebut diterima Ketua Yayasan SMK PPN Telaga Hj. Yetty Lamadlauw, S.Pd., M.Pd., BN., MBA, Kepala Sekolah Jamaluddin Hamid, SP., M.Si, bersama jajaran guru.

Baca Juga :  Kantor Lurah Tumbihe Bocor dan Sering Banjir Saat Hujan, dr.Sri Darsianti Tuna Soroti Kondisinya

Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo, dr. Darsianti Tuna, menilai SMK PPN Telaga memiliki pola pendidikan yang menarik karena peserta didik tidak hanya menerima pembelajaran di ruang kelas.

Menurut dia, praktik langsung di sektor pertanian menjadi salah satu kekuatan sekolah tersebut.

“Di Provinsi Gorontalo ternyata ada sekolah yang luar biasa. Implementasi pembelajaran di lapangannya sangat baik,” ujarnya.

Namun, kualitas pembelajaran tersebut dinilai belum tercermin dari jumlah peserta didik yang dimiliki sekolah.

Dengan jumlah sekitar 40 siswa, kondisi tersebut dinilai menjadi persoalan serius di tengah besarnya potensi sektor pertanian Gorontalo.

“Gorontalo memiliki lahan pertanian di luar persawahan yang luas. Sangat miris jika daerah yang sebagian besar masyarakatnya bergerak di sektor pertanian justru kurang melirik sekolah seperti ini,” tegas dr. Darsianti.

Baca Juga :  Umar Karim: Polri Harus Tetap di Bawah Presiden, Tolak Wacana Polri di Bawah Kementerian Dinilai Berisiko

Komisi IV menilai salah satu penyebab rendahnya minat tersebut berkaitan dengan promosi sekolah yang belum menjangkau masyarakat secara luas.

Padahal, pihak sekolah telah melakukan sosialisasi ke sejumlah sekolah untuk memperkenalkan program pendidikan dan keunggulan SMK PPN Telaga.

DPRD Provinsi Gorontalo kemudian mendorong adanya strategi promosi yang lebih terarah agar masyarakat memahami prospek pendidikan vokasi pertanian.

Bagi Komisi IV, SMK PPN Telaga tidak semestinya hanya dipandang sebagai sekolah biasa. Lembaga pendidikan tersebut dinilai memiliki peluang untuk menjadi pusat pembelajaran vokasi yang menyiapkan generasi muda dengan keterampilan praktis di bidang pertanian.

“Jika disosialisasikan dengan baik, masyarakat akan memahami bahwa anak-anak di sini tidak hanya mendapatkan pendidikan teori, tetapi juga keterampilan dan pemahaman langsung tentang pertanian,” katanya.

Baca Juga :  DPRD Provinsi Gorontalo Desak RPB 2027–2031 Jadi Acuan Utama, Bukan Sekadar Dokumen Administratif

Komisi IV juga mendorong SMK PPN Telaga agar dikembangkan sebagai pilot project pendidikan vokasi pertanian di Provinsi Gorontalo.

Langkah itu dinilai penting untuk menjawab persoalan regenerasi petani yang semakin membutuhkan perhatian.

Sektor pertanian Gorontalo memiliki potensi lahan yang besar. Namun, potensi tersebut membutuhkan sumber daya manusia muda yang memiliki pengetahuan sekaligus kemampuan teknis untuk mengelolanya.

Karena itu, peningkatan minat terhadap pendidikan vokasi pertanian dinilai tidak hanya berkaitan dengan jumlah siswa sekolah.

Lebih jauh, keberadaan SMK PPN Telaga diharapkan dapat menjadi salah satu pintu masuk untuk menyiapkan generasi muda yang mampu melihat pertanian sebagai pilihan masa depan sekaligus peluang ekonomi.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *