Rakhmatiyah Deu Kritik Arah CSR PT Gorontalo Minerals, Minta Jangan Sekadar Bantuan Sesaat

TABAYYUN.CO.ID, BONE BOLANGO — Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bone Bolango, Rakhmatiyah Deu, SH, meminta program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Gorontalo Minerals tidak berhenti pada pemberian bantuan sesaat kepada masyarakat.

Menurut Rakhmatiyah, CSR perusahaan harus diarahkan menjadi program yang memberikan manfaat jangka panjang, terutama melalui sektor pendidikan, peningkatan keterampilan, dan pengembangan sumber daya manusia masyarakat lokal.

Hal itu disampaikan Rakhmatiyah dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Bone Bolango bersama PT Gorontalo Minerals di Ruang Rapat DPRD Bone Bolango, Desa Ulanta, Kecamatan Suwawa, Rabu (16/9/2026).

Baca Juga :  Keamanan Pangan Jadi Prioritas, Bone Bolango Siap Perkuat Sinergi Lintas Sektor

Dalam forum tersebut, Rakhmatiyah mendorong perusahaan mempertimbangkan program beasiswa bagi anak-anak Bone Bolango. Selain itu, perusahaan dinilai perlu memperkuat pelatihan dan pengembangan kompetensi bagi pemuda daerah.

Menurut dia, rencana pengembangan kegiatan pertambangan di Bone Bolango harus diiringi dengan kesiapan masyarakat lokal untuk mengambil peluang yang terbuka.

Jangan sampai, kata Rakhmatiyah, masyarakat Bone Bolango hanya menjadi penerima bantuan, sementara kesempatan untuk menjadi tenaga kerja terampil hingga tenaga ahli justru lebih banyak diisi oleh orang dari luar daerah.

“Jangan sampai CSR hanya habis sebagai bantuan. Kita ingin ada investasi pada manusia, terutama anak-anak dan pemuda Bone Bolango,” menjadi pokok pandangan Rakhmatiyah dalam forum tersebut.

Baca Juga :  Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo Apresiasi Sistem Kupon SPBU Suwawa untuk Atasi Antrean BBM

Ia mengatakan, program pendidikan dan pelatihan sebaiknya disusun berdasarkan kebutuhan tenaga kerja perusahaan. Dengan begitu, CSR tidak hanya memberikan manfaat dalam jangka pendek, tetapi juga meningkatkan kapasitas masyarakat untuk menghadapi kebutuhan industri.

Rakhmatiyah berharap PT Gorontalo Minerals menyusun program pemberdayaan masyarakat dengan target yang jelas dan berkelanjutan.

Menurutnya, masyarakat lokal harus dipersiapkan sejak sekarang agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan operasional perusahaan.

Dorongan tersebut menjadi perhatian seiring rencana perusahaan memasuki tahap awal produksi pada April 2027. Meningkatnya aktivitas perusahaan nantinya juga akan diikuti kebutuhan terhadap tenaga kerja dengan keterampilan tertentu.

Baca Juga :  Pesan Ismet Mile di Maulid Nabi: Bagikan Walima kepada Pezikir

Karena itu, Rakhmatiyah menilai penguatan pendidikan dan kompetensi melalui CSR menjadi salah satu langkah penting agar masyarakat Bone Bolango tidak hanya menjadi penonton dari perkembangan industri pertambangan di daerahnya.

CSR, menurut dia, semestinya tidak hanya dipandang sebagai kewajiban sosial perusahaan, tetapi juga sebagai investasi untuk membangun kapasitas masyarakat dan membuka peluang yang lebih luas bagi generasi muda Bone Bolango.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *