Tabayyun.co.id, Gorontalo — Pelaksanaan Gorontalo Half Marathon (GHM) 2025 akhirnya menemukan kejelasan setelah sempat tertunda akibat belum keluarnya rekomendasi penggunaan jalan dari Pemerintah Kota Gorontalo. Kepastian itu muncul usai Wakil Gubernur Gorontalo, Hj. Ida Syaidah Rusli Habibie, melakukan komunikasi langsung dengan Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea.
Adhan mengungkapkan hal tersebut seusai mengikuti rapat paripurna di DPRD Kota Gorontalo. Ia menyampaikan bahwa keputusannya menerbitkan rekomendasi dipicu oleh permintaan langsung dari sang Wakil Gubernur.
“Tadi Ibu Ida telepon saya, meminta untuk berikan rekomendasi (GHM 2025),” ujar Adhan.
Menurut Adhan, komunikasi tersebut ia pandang sebagai bagian dari koordinasi antarpemerintahan. Ia menyebut tidak memiliki alasan untuk menolak permintaan tersebut.
“Kalau Ibu Ida yang minta, saya akan berikan rekomendasi,” kata Adhan.
Sebelum perubahan sikap itu terjadi, panitia GHM menghadapi hambatan karena izin penggunaan fasilitas kota belum diterbitkan. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran mengingat persiapan acara telah berjalan sejak beberapa waktu lalu.
Tidak lama setelah menerima telepon dari Wagub, Adhan langsung memerintahkan perangkat teknis untuk menindaklanjuti perizinan.
“Kadis perhubungan, silahkan berikan rekomendasi,” ucapnya.
Keluarnya rekomendasi tersebut menjadi penentu bagi panitia GHM yang sebelumnya berada dalam ketidakpastian. Dengan izin tersebut, penyelenggaraan GHM 2025 dapat kembali dipastikan berlangsung sesuai agenda.

Di tengah dinamika perizinan itu, sejumlah masyarakat dan peserta GHM menyoroti peran Wagub yang dinilai berpengaruh terhadap penyelesaian persoalan. Mereka menilai intervensi Ida Syaidah menjadi faktor penentu tercapainya keputusan.
Medali Tanpa Nama Wagub
Di sisi lain, muncul perhatian publik mengenai desain medali yang beredar dan dikabarkan hanya menampilkan nama serta citra Gubernur Gorontalo tanpa menyertakan nama Wakil Gubernur. Meski demikian, langkah Ida Syaidah disebut tetap menjadi faktor penting dalam keberlanjutan kegiatan olahraga tersebut.
Panitia GHM memastikan fokus mereka tetap pada persiapan teknis dan koordinasi lapangan agar pelaksanaan berjalan lancar. Proses finalisasi rute dan pengamanan disebut terus dilakukan menjelang hari pelaksanaan.
Sebelumnya, GHM 2025 sempat terhenti di tahap perizinan setelah rekomendasi penggunaan jalan dari Pemerintah Kota belum diberikan.









