TABAYYUN.CO.ID,POLITIK – Yusbar Ismail memilih melanjutkan pengabdiannya melalui jalur politik setelah memasuki masa purnatugas sebagai aparatur sipil negara (ASN).
Adik kandung Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail itu memutuskan bergabung dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), sehari setelah resmi pensiun dari birokrasi.
Yusbar memasuki masa purnatugas pada 1 Oktober 2026. Sehari kemudian, Jumat (2/10/2026), ia bergabung dengan PPP di Kabupaten Bone Bolango.
Prosesi bergabungnya Yusbar ditandai dengan pemasangan jas PPP oleh Ketua DPW PPP Provinsi Gorontalo Ismet Mile.
Keputusan tersebut membuat Yusbar mengambil jalur politik yang berbeda dengan sang kakak, Gusnar Ismail, yang bernaung di Partai Demokrat.
Saat dikonfirmasi mengenai pilihannya, Yusbar mengatakan setiap partai memiliki kelebihan masing-masing. Namun, setelah pensiun dari birokrasi, ia memilih PPP sebagai tempat untuk melanjutkan kiprahnya.
Salah satu alasan yang disampaikan Yusbar adalah kepercayaannya terhadap kepemimpinan Ismet Mile sebagai Ketua DPW PPP Provinsi Gorontalo.
Menurut Yusbar, tanggung jawab Ismet dalam membesarkan PPP menjadi salah satu pertimbangan yang mendasari keputusannya masuk ke partai berlambang Ka’bah tersebut.
Ketika ditanya mengenai alasan tidak memilih Partai Demokrat yang menjadi kendaraan politik sang kakak, Yusbar meminta pertanyaan tersebut ditujukan langsung kepada Demokrat.
Ia tidak menjelaskan lebih jauh alasan memilih jalur politik yang berbeda dari Gusnar. Sikap tersebut juga tidak serta-merta menunjukkan adanya pertentangan di antara keduanya.
Bergabungnya Yusbar dengan PPP terjadi setelah sekitar empat dekade berkarier di pemerintahan. Sebelum pensiun, ia pernah menduduki sejumlah jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bone Bolango, termasuk Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan serta Asisten II Sekretariat Daerah.
Pengalaman tersebut membuat Yusbar cukup lama bersentuhan dengan urusan pemerintahan, pertanian, ketahanan pangan, ekonomi masyarakat dan pembangunan daerah.
Di lingkungan PPP Provinsi Gorontalo, Yusbar disebut mendapat kepercayaan untuk masuk dalam jajaran pimpinan harian. Namun, struktur dan penetapan formal jabatan tersebut tetap mengacu pada keputusan serta dokumen kepengurusan partai.
Masuknya Yusbar ke PPP menandai babak baru setelah berakhirnya masa pengabdiannya sebagai ASN. Pengalaman yang diperolehnya selama berada di birokrasi kini menjadi bekal untuk menjalankan peran barunya di organisasi politik.
Sebelumnya, PPP Gorontalo juga telah merekrut sejumlah mantan pejabat daerah setelah memasuki masa purnatugas. Langkah tersebut menambah figur dengan pengalaman birokrasi dalam struktur kepartaian.
Bagi Yusbar, perpindahan dari birokrasi ke politik menjadi cara baru untuk tetap berkontribusi di tengah masyarakat setelah tidak lagi berstatus sebagai ASN.










