Sekretariat DPRD Provinsi Gorontalo Angkat Tonggobi, Hidupkan Kembali Warisan Musik Tradisional di GKK 2026

TABAYYUN.CO.ID, GORONTALO — Sekretariat DPRD Provinsi Gorontalo membawa pesan pelestarian budaya dalam Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) 2026.

Mengikuti karnaval sebagai peserta nomor 30, Sekretariat DPRD mengangkat konsep budaya “Tonggobi To Bandayo Molanggato” dengan tema “Ritme Hulondalo Harmoni Warisan Gorontalo.”

Konsep tersebut mengangkat kembali Tonggobi, alat musik tradisional Gorontalo yang kini lebih dikenal masyarakat dengan nama polo palo.

Tonggobi atau yang dahulu disebut tonggo-tonggo hemopobibi tidak sekadar digunakan sebagai alat hiburan. Dalam kehidupan masyarakat Gorontalo pada masa lalu, alat musik ini juga menjadi bagian dari tradisi yang dimainkan dalam sebuah kompetisi antarmasyarakat.

Tradisi tersebut memiliki bentuk yang unik. Para peserta memainkan tonggobi dari menara atau pondok tinggi yang dibuat menggunakan bambu dan ditempatkan di tengah lapangan.

Baca Juga :  Belum Genap Setahun Jabat Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, H. Suyuti Salurkan Ratusan Paket Sembako untuk Warga Huidu

Sementara itu, proses penilaian dilakukan oleh juri dari lokasi yang lebih tinggi, seperti gunung atau bukit di sekitar tempat pelaksanaan.

Tradisi Tonggobi To Bandayo Molanggato menggambarkan bagaimana kesenian tradisional dahulu menyatu dengan kehidupan sosial masyarakat. Di dalamnya terdapat unsur kreativitas, kompetisi, kebersamaan hingga semangat saling membantu.

Sekretaris DPRD Provinsi Gorontalo, Riffli Katili, mengatakan keikutsertaan Sekretariat DPRD dalam GKK 2026 menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya daerah.

“Melalui tema Tonggobi To Bandayo Molanggato dengan semangat Ritme Hulondalo Harmoni Warisan Gorontalo, kami ingin memperkenalkan kembali warisan budaya Gorontalo kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Budaya bukan hanya untuk dikenang, tetapi harus terus diperkenalkan dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Riffli Katili.

Baca Juga :  Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo Bahas Kesiapan PENAS XVII Bersama OPD, Begini Kata Erwin

Menurut Riffli, keterlibatan Sekretariat DPRD dalam GKK bukan hanya untuk memeriahkan agenda budaya tahunan tersebut. Lebih jauh, kehadiran mereka membawa pesan agar warisan budaya yang mulai jarang dikenal kembali mendapat ruang di tengah masyarakat.

Tonggobi dipilih karena memiliki nilai historis sekaligus sosial. Selain menjadi bagian dari hiburan masyarakat pada masa lalu, tradisi tersebut juga mencerminkan sportivitas, gotong royong, silaturahmi dan semangat tolong-menolong.

GKK 2026 sendiri berlangsung pada Sabtu, 12 September 2026. Rute karnaval dimulai dari depan GPCC Gorontalo dan berakhir di depan Cafe Restorasi Gorontalo.

Baca Juga :  Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Hadiri Penyambutan Menteri HAM RI Secara Adat

Melalui konsep Tonggobi To Bandayo Molanggato, Sekretariat DPRD mencoba menghidupkan kembali ingatan masyarakat terhadap salah satu warisan musik tradisional Gorontalo.

Irama tonggobi dimaknai sebagai gambaran denyut kehidupan masyarakat Gorontalo yang pada masa lalu menjadikan kesenian sebagai bagian dari kebersamaan.

Pesan tersebut dinilai semakin penting untuk disampaikan kepada generasi muda agar pelestarian budaya tidak berhenti pada dokumentasi sejarah, tetapi terus berkembang melalui kreativitas dan keterlibatan masyarakat.

Dalam konsep yang ditampilkan pada GKK 2026 tersebut, Sekretaris DPRD Provinsi Gorontalo Riffli Katili tercatat sebagai pembina. Sementara desain konsep

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *