Siapa Saja Jawara GKK 2026? Ini Daftar Lengkapnya, Sultan Kalupe Sampaikan Pesan Penting

TABAYYUN.CO.ID, GORONTALO — Gemerlap Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) 2026 tidak hanya menghadirkan parade kostum dan pertunjukan budaya.

Di balik kemeriahan kegiatan tersebut, Pemerintah Provinsi Gorontalo menaruh perhatian pada keberlanjutan Karawo, khususnya tantangan regenerasi pengrajin di kalangan generasi muda.

Kepala Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) Provinsi Gorontalo, Sultan Kalupe mengatakan, regenerasi menjadi salah satu tantangan utama dalam menjaga keberlangsungan Karawo sebagai warisan budaya Gorontalo.

“Karawo menghadapi tantangan berupa regenerasi,” ucap Sultan, Minggu (13/9/2026).

Menurut Sultan, persoalan tersebut tidak cukup dijawab melalui kegiatan seremonial. Generasi muda perlu diberi kesempatan untuk mengenal dan terlibat langsung dalam proses pembuatan Karawo.

Baca Juga :  Benny Rhamdani dan Istri Diperiksa Polisi Terkait Dugaan Utang Rp10 Miliar Saat Pilkada Kotamobagu

Upaya itu diwujudkan melalui kegiatan Mo Karawo Kolosal yang melibatkan ratusan pelajar sebelum pelaksanaan parade kostum GKK 2026.

Para siswa tidak hanya menyaksikan proses pembuatan Karawo, tetapi ikut mempraktikkannya secara langsung. Mereka belajar mulai dari mengiris kain, mencabut benang, menyulam hingga menyelesaikan bagian akhir.

Keterlibatan tersebut menjadi pengalaman langsung bagi generasi muda untuk memahami bahwa Karawo bukan sekadar motif pada kain. Di dalamnya terdapat keterampilan, ketelitian dan proses panjang yang membutuhkan kesabaran.

Sultan berharap pengalaman tersebut dapat menumbuhkan ketertarikan generasi muda untuk melanjutkan sekaligus mengembangkan Karawo dengan kreativitas mereka sendiri.

Baca Juga :  Komisi II DPRD Gorontalo Pastikan Aspirasi Masyarakat Masuk Perubahan APBD 2026

“Karawo harus terus kita hidupkan melalui karya dan kreativitas. Generasi muda harus diberi ruang untuk mengenal, belajar, kemudian mengembangkan warisan budaya ini dengan cara mereka sendiri,” ujar Sultan.

Hasil karya para pelajar bahkan direncanakan menjadi bagian dari cenderamata dalam rangkaian kegiatan GKK 2026.

Selain menghadirkan pesan tentang regenerasi Karawo, GKK 2026 juga memberikan penghargaan kepada peserta terbaik dalam sejumlah kategori.

Untuk kategori OPD, Juara 1 diraih BKPSDM dengan nomor urut 39. Juara 2 diraih Dinas Perikanan dan Kelautan nomor urut 14, sedangkan Juara 3 diraih Biro Pengadaan Barang dan Jasa nomor urut 29.

Baca Juga :  Sri Mulyani Teken Aturan Baru Soal Efisiensi Anggaran, Ini Rinciannya

Sementara kategori Favorit diraih Dinas PUPR dengan nomor urut 26.

Untuk kategori Umum dan Swasta, Juara 1 diraih Aipong Art x Koko Erwin nomor urut 42. Juara 2 diraih Mega Model Indonesia nomor urut 3, dan Juara 3 diraih Grand Q Hotel nomor urut 44.

Adapun penghargaan kategori Favorit diberikan kepada AJM Management dengan nomor urut 2.

Rangkaian GKK 2026 tersebut sekaligus menjadi ruang untuk mempertemukan pelestarian budaya dengan kreativitas generasi muda. Tantangannya kini bukan sekadar mempertahankan Karawo sebagai identitas budaya, tetapi memastikan keterampilan tersebut memiliki penerus dan terus berkembang mengikuti zaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *